
Pekerjaan utama seorang Kristen terletak pada mengatur hati dan pikirannya dengan benar; yaitu dengan mempersiapkan akal budinya sesuai dengan firman Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang Kristen perlu dinasihati untuk terus menerus waspada serta dapat menguasai dirinya sepenuhnya. Petrus menasihati bahwa pekerjaan utama ini belum selesai setelah ia menerima anugerah Allah dalam Kristus Yesus; dia masih harus terus berharap dan berusaha untuk mendapatkan lebih banyak lagi anugerah Allah, maksudnya adalah dia harus tetap berjalan di jalan yang sempit, dan mempersiapkan akal budinya untuk memperoleh anugerah lebih banyak lagi.
Kepercayaan yang kuat dan sempurna kepada anugerah Tuhan harus selaras dengan upaya terbaik kita dalam menjalankan tugas kita. Kita harus tetap berharap dengan sempurna kepada anugerah Allah, namun tetap mempersiapkan akal budi dan mengerahkan segenap kekuatan untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan dengan penuh semangat, dengan mendorong diri kita sendiri berdasarkan kasih karunia Yesus Kristus. Kehidupan anak-anak Allah yang telah menerima anugerah Tuhan ini dibuktikan dengan ketaatan mereka sepenuhnya kepada firman Tuhan.
Kasih karunia Allah dalam memanggil orang berdosa merupakan ajakan yang kuat untuk hidup kudus. Dengan meniru pola hidup Dia, meskipun kita akan pernah bisa menyamai Dia. Perenungan akan penebusan kita harus menjadi dorongan yang kuat dan konstan untuk kekudusan, dan rasa takut akan Tuhan. Allah itu kudus, dan apa yang berlaku bagi Allah juga harus berlaku bagi umat-Nya. Kekudusan mengandung pengertian terpisah dari cara-cara fasik dunia dan dipisahkan untuk mengasihi, melayani, dan menyembah Allah.
Kekudusan adalah sasaran dan maksud pemilihan kita di dalam Kristus; itu berarti menjadi serupa dengan Allah dan mengabdi kepada-Nya, sementara hidup untuk menyenangkan-Nya. Kekudusan diperoleh melalui Roh Allah yang menyucikan jiwa kita dari dosa, memperbarui kita menjadi serupa dengan Kristus, dan memungkinkan kita melalui kasih karunia untuk menaati Allah sesuai dengan firman-Nya.
Pengudusan yang sejati menuntut bahwa orang percaya tetap memelihara hubungan yang intim dengan Kristus, mempunyai persekutuan dengan orang percaya lainnya, membiasakan diri untuk berdoa, menaati firman Allah, peka terhadap kehadiran dan pemeliharaan Allah, mengasihi kebenaran dan membenci kefasikan, mematikan dosa, tunduk kepada pendisiplinan yang dari Allah, tetap taat, dan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Oleh: Yanuar
GBI Pasir Koja 39 Bandung