SORGA TIDAK PERNAH RESESI

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun ini juga ia mendapat hasil seratus kali lipat sebab ia di berkati TUHAN.  Kejadian 26:12

                Resesi dunia di depan mata, perang dagang semakin meluas, ketidak pastian semakin nyata. Pabrik-pabrik tutup, PHK masal dan berita negatif lainnya memenuhi media  setiap harinya membuat miris dan kuatir para pengusaha dan profesional. VUCA (Volatile Uncertain Complex and Ambigous) menggambarkan dengan tepat situasi ini. Keadaan yang mudah berubah, tidak pasti, rumit dan tidak bisa diprediksi bahkan chaos, kacau balau. Istilah VUCA ini berasal dari istilah militer yang memasuki medan perang dengan keterbatasan informasi serta berjalan dalam kepekatan kabut, dengan musuh yang kekuatannya tidak bisa diprediksi. Sangat menakutkan.

Bersyukur sebagai anak Tuhan, kita memasuki keadaan yang tidak biasa ini bersama-sama dengan Roh Tuhan Sang Penuntun, Pemberi nasihat, Penolong yang perkasa; dan  Alkitab sebagai sumber hikmat, sumber tuntunan untuk menghadapi masa sulit dan keluar sebagai pemenang.

                Ishak mengalami masa sulit, terjadi kelaparan di negeri Filistin, di mana Ia tinggal. Dia berencana untuk pergi ke Mesir tetapi Tuhan memerintahkan dia untuk tetap tinggal. Tuhan berjanji menyertai dia dan memberkati dia (Kejadian 26:1-6) dan Ishak taat. Dia tetap tinggal di sana. Inilah kunci pertama menang di masa sulit, ketaatan!

                Ketaatan membuat pintu berkat Tuhan terbuka dan penyertaan-Nya nyata. Tuhan telah berjanji, tetapi janji itu bisa kita nikmati bila kita mau taat dalam kehendak-Nya. Dalam ayat 12 dikatakan “Ishak menabur di tanah itu dalam tahun itu juga ia mendapat 100 kali lipat dari apa yang dia tabur”. Tetaplah menabur di masa sulit. Tabur kebaikan, kasih dan perhatian. Jangan sibuk untuk diri kita sendiri, tetap berinvestasi di dunia nyata dan kerajaan Surga. Tuhan akan melipat gandakannya secara ajaib.

Setelah sukses, orang-orang cemburu kepada Ishak, mereka mengusir dia bahkan menutup sumur yang dia gali. Ishak mengalah dan malahan mendapatkan sumur yang berbual airnya yang dia namai Rehoboth. Jadi kunci yang ketiga jangan bertengkar, marah dan membuang energi di masa sulit dengan hal yang mengalihkan perhatian kita. Jaga hati kita tetap bersih dan penuh iman kepada Tuhan. Arahkan mata kepada-Nya. Surga tidak pernah resesi. Walaupun sumur-sumur ditutup tapi Tuhan memberi sumur yang lain yang lebih melimpah. Tuhanlah sumber kehidupan kita. Bahkan Kejadian 26 mengatakan musuh-musuh Ishak mengakui Tuhan menyertai dia dan membuatnya berhasil (ayat 28). Mereka mengajak Ishak berdamai dan dia merespon dengan menjamu mereka. Inilah pemenang sejati. Bukan hanya berhasil tetapi murah hati dan suka berdamai. Jika kita mempunyai sikap seperti Ishak, masa sulit akan menjadi masa menuai, lembah kekekalaman menjadi lembah pujian, kesulitan menjadi kemenangan. Pasti!

Oleh: Pdt. Simon Irianto Dipl. Teks.

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …