SI NYAMUK PULAU TROPIS

Kesehatan 1
Oleh: dr. Andreas Adiwinata

Indonesia terdiri dari berbagai macam pulau, dan juga termasuk pulau tropis. Namun dibalik keindahan pulau tropis tersebut, kita tetap harus hati-hati karena ada beberapa penyakit yang dapat mengenai kita. Salah satu penyakit tersebut adalah Malaria. Malaria adalah penyakit infeksi menular yang dapat menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Hampir sama dengan gejala demam berdarah, Malaria umumnya ditandai dengan demam dan menggigil selama beberapa hari. Hingga kini, penyakit Malaria masih menjadi ancaman di sejumlah daerah di Indonesia. Menurut data Kemenkes, pada tahun 2021 terdapat lebih dari 90 ribu kasus Malaria. Meski begitu, angka tersebut telah mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2020 yang mencapai lebih dari 200 ribu kasus.

Malaria adalah kondisi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi bahkan kematian. Malaria adalah infeksi akibat Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Malaria termasuk penyakit menular yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, tidak dari kontak fisik manusia ke manusia. Penularan terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi Plasmodium menggigit manusia. Plasmodium tersebut akan dilepaskan ke dalam aliran darah dan menyebabkan parasit berkembang di dalam hati, kemudian menyerang sel darah merah dan menimbulkan munculnya gejala klinis.

Apabila malaria tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, malaria dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia dan hipoglikemia (gula darah rendah). Pada kondisi lebih serius, malaria dapat berkembang menjadi malaria serebral yang dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan di area otak.

Penyebab Malaria
Malaria disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang terbawa nyamuk Anopheles betina. Malaria tidak dapat menular lewat kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya, melainkan melalui gigitan nyamuk. Akan tetapi, penyakit ini juga dapat menyebar dengan cara berikut:

  • Penularan dari ibu kepada bayi saat melahirkan (malaria kongenital).
  • Transfusi darah.
  • Penggunaan jarum suntik bersama.
    Faktor Resiko
    Malaria adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit malaria, di antaranya adalah:
  • Usia. Malaria dapat terjadi pada semua kalangan usia, tetapi penyakit ini rentan dialami oleh anak berusia di bawah 5 tahun.
  • Tinggal di lingkungan dengan iklim tropis. Malaria sangat umum terjadi pada negara atau daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia.
  • Berada di daerah yang minim fasilitas kesehatan. Minimnya akses atau kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang menghambat pengobatan malaria dapat meningkatkan peluang tertular malaria dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih parah.

    Gejala Malaria
    Orang yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pasca gigitan pertama. Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi.

    Adapun beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita malaria adalah sebagai berikut:
  • Demam tinggi.
  • Menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Banyak berkeringat.
  • Nyeri perut.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Detak jantung meningkat.

    Pencegahan Malaria
    Pencegahan malaria penting untuk dilakukan mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Menurut anjuran Kemenkes RI, beberapa upaya untuk mencegah malaria adalah sebagai berikut:
  • Membersihkan lingkungan dengan air mengalir serta jangan lupa membersihkan peralatan rumah tangga secara rutin.
  • Jika memiliki tempat penampungan air seperti kolam ikan, Anda disarankan untuk menebarkan ikan pemakan jentik nyamuk.
  • Menutup penampungan air saat tidak digunakan.
  • Menggunakan obat anti nyamuk dan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.
  • Menghindari aktivitas di dekat perairan saat malam karena nyamuk malaria lebih aktif di malam hari.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …