Perjalanan yang cukup menyita energi.. melalui udara dan darat yang berkelok-kelok, bukit, gunung bahkan lembah tak membuat kami untuk berhenti kesana. Persiapan demi persiapan kami lalui, kesatuan hati, tujuan, kami satukan dan kami tumpahkan ke kaki Sang Khalik, melalui jam doa yang telah kami sepakati.
Sambutan anak-anak dusun membuat rasa letih di tubuh serasa hilang, tatapan harapan besar dari wajah-wajah polos membuat hati kami tersentuh. Sesegera mungkin kami menyiapkan klinik kecil darurat untuk pengobatan gratis bagi mereka, pasien demi pasien kami layani, tidak hanya obat yang kami berikan tetapi doa dan kesembuhan dari Tuhan pun diberikan dan dialami oleh mereka, seperti seorang bapa yang sudah tua datang dengan mata yang tidak bisa melihat, keadaan tubuh yang sakit dipegang dan menggunakan tongkat. Tuhan memberikan Kemurahan-Nya, dengan penuh sukacita sang bapa pergi ke luar untuk pulang bahwa dia bisa melihat dan tubuhnyapun sehat dan segar.
Hal yang paling ditunggu oleh masyarakat dusun Muwur adalah pemutaran film. Tenda telah dipasang, layar dibentangkan, lagu pujian didengarkan, masyarakat pun datang dari setiap sudut dusun dengan sukacita, mereka berjalan berjam-jam lamanya. Ledakan kecil dan keluarnya asap menandai rusaknya peralatan elektronik kami. Hanya Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Simon dan Roh Allah yang hidup menyentuh setiap hati untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidup mereka. Malam semakin larut dan satu persatu mereka kembali kerumah. Hampir tengah malam, peralatan kami berfungsi kembali.
Roh-roh nenek moyang di dusun ini sangatlah kentara. Doa pun kami panjatkan untuk mematahkan intimidasi dan melepaskan berkat serta damai sejahtera sehingga masyarakat dusun Muwur dapat dimenangkan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Hal inilah yang membuat si iblis berang dan berusaha membuat kami cemas dan takut.
Setelah kami keluar dari dusun Muwur, Pdt. Simon berbicara di acara talk show Kingdom Bussiness, acara yang sungguh luar biasa dan dihadiri oleh pengusaha lokal, dan mereka pun hadir di acara KKR serta ibadah pada hari Minggu.
Di hari minggu yang ceria, pujian dan firman Tuhan membangkitkan semangat mereka luntuk berMISI, iblis tidak senang dengan semua sukacita yang kita rasakan dan mencoba mengambil dan mencuri sukacita dengan kejadian yang luar biasa, di depan mata kami semua terjadi kecelakaan terhadap adik Judah, suasana sukacita itu hilang diganti tangisan histeris, air mata dan duka. Judah dibawa ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan, kami berdoa untuk mematahkan serangan iblis yang menakut-nakuti kami dan kami pun melepaskan iman kesembuhan, pemulihan dan perkataan firman supaya damai sejahtera Tuhan tetap melingkupi kami. Setelah ibadah sekolah minggu selesai, kami pun pergi ke RSUD untuk melihat Judah. Rasa takut, kuatir dan cemas datang melihat keadaan Judah pada saat itu, rasa TERTUDUH menghantui hati, kita pun berkumpul berbicara dari hari ke hati dan pemulihan pun terjadi. Tidak hanya itu, mobil yang mengantar dr. Ronny ke bandara pun ketika pulang, kopling dan kampasnya tidak berfungsi. Puji Tuhan, berkat kemurahan Tuhan mobil itu bisa pulang walaupun berjalan sangat pelan sekali, dan satu lagi mobil yang mengantar Sandy dan Elianus pecah bannya. Sungguh luar biasa serangan kepada kami, tetapi Tuhan tidak membiarkan begitu saja, DIA pulihkan semuanya dengan sempurna. Kami percaya dari semua yang terjadi selama kami ada di Ruteng. Tuhan akan melawat dan bekerja lebih dasyat lagi. Kejadian- kejadian di Muwur dan di Ruteng Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya. (Pdt. David Supendi )
Kuasailah dirimu, jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa (1 Petrus 4:7).
Terimakasih buat semua yang telah mendoakan kami. Biarlah apa yang kami lakukan semuanya hanya untuk Kemuliaan nama Tuhan saja.
Tuhan Yesus Memberkati.
Oleh: Peni L. Sianipar
GBI Pasir Koja 39 Bandung