
Seminar Ekonomi Kreatif yang dilakukan pada hari Rabu, tanggal 30 November 2022 di Jl. Pasir Koja 39 Bandung memberikan wawasan tambahan dan motivasi serta inspirasi terkait usaha online. Hal tersebut diadakan oleh semangat antisipasi dan menyikapi tantangan di tahun 2023 (yang oleh sebagian orang) dikatakan “gelap”, namun bagi orang-orang percaya yang memiliki iman yang teguh justru akan membawa terang, sehingga kegelapan itu tidak menimpanya. Ini sesuai firman Tuhan yang tertulis: “Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita,….” (2 Korintus 4:6). Dan Yesaya 60:1, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”
Peluang untuk berhasil di usaha online saat ini terbuka begitu luas, baik sebagai usaha sampingan atau pun secara sepenuh waktu sebagai pekerjaan. Dalam seminar ini terlebih dahulu diperkenalkan dasar pemikiran mengapa orang percaya menjadi seorang pengusaha, karena Tuhan kita adalah juga pengusaha (Yohanes 15:1), yang selanjutnya diberikan contoh-contoh praktek dan teknis bagaimana memulainya. Melalui beberapa testimoni keberhasilan orang-orang berbisnis atau berjualan di online yang memperoleh pendapatan dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah perbulan. Jemaat gereja pun dapat mempelajarinya hingga berhasil.
Ada banyak kesempatan untuk berjualan secara online yang pada prinsipnya adalah menggunakan teknologi informasi atau internet melalui handphone atau laptop dan selanjutnya memonetisasi pekerjaan atau usahanya. Setiap orang diberikan talenta/bakat yang unik dari Tuhan dan di situlah tersimpan modal potensi untuk beroleh keberkatan dari Tuhan. Ide atau bakat jika digali dan dikembangkan serta ditunjang teknologi informasi saat ini dapat menjadi potensi ekonomi kreatif. Kreatifitas yang diilhami oleh kuasa Roh Kudus tentunya dapat memaksimalkan hasil yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Berbisnis secara online dapat dimulai dengan modal yang sangat kecil bahkan dengan istilah “tanpa modal”, tetapi jika ditekuni dapat memberikan hasil yang begitu besar dan mengherankan.
Beberapa cara tersebut di antaranya adalah:
1. Berpromosi lewat medsos, membuat channel lewat status Whatsapp dengan ‘teknik hamburger” status Whatsapp.
2. Menggunakan Youtube dengan tanpa modal yaitu membuat konten dengan cara copy-paste hanya menampilkan text di sebuah video lalu upload di Youtube, dioptimasi, lalu mencari subscriber dan views, dan memonetisasinya (di sini menggunakan Canva.com dan voicemaker.in).
3. Berjualan foto terkait hobi dengan handphone, upload foto atau video, upload sebaik dan sebanyak mungkin foto, tunggu approval, yang di approved berpotensi mendapat penjualan (gunakan Shutterstock.com dan punya akun di Paypal);
4. Membuat gambar/postcard di Zazzle.com, lanjutkan edit sebaik mungkin, lalu dijual, hal ini dapat dibantu Google Trends untuk mencari tahu dan mendapat inspirasi/ide yang sedang trend saat ini (dijual di Zazzle.com, dan disarankan akan jauh lebih baik jika edit gambar gunakan lagi Canva.com).
5. Menjual barang nampak misalnya baju atau bahan kain di status Whatsapp, mencari penjahit online dan mitra online, terus kembangkan dengan menggunakan market place seperti Shopee, Lazada, dll. Atau lewat media sosial seperti Instagram atau Facebook, juga open reseller.
6. Menjual kuliner secara online. Masakan/makanan yang dibuatkan foto/video dan ditayangkan di media sosial. Media sosial adalah pasar yang paling menjanjikan dalam menjual produk kuliner, karenanya: Buatlah konten yang relevan, posting rutin, selalu membalas komentar, dan gunakan iklan berbayar atau boleh cari iklan gratis di Google (wajib menggunakan aplikasi Google Map).
Setelah dikaji ulang tentang keberhasilan menjual ternyata diperlukan kemampuan berkomunikasi dan relasi, sedangkan modal finansial dapat diusahakan dengan apa yang ada terlebih dahulu. Kondisi zaman sekarang, hampir semua orang memiliki telepon genggam dan di sana tersimpan potensi besar untuk berkomunikasi dan mendapatkan relasi. Di dunia internet, ada begitu banyak peluang berkarya (berjualan) tanpa modal finansial yang besar dan itu akan terus berkembang. Beberapa mentor memberikan tips supaya menggunakan metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Keberhasilan seseorang ada pada modal yang tidak terlihat yaitu: Ketekunan, tidak mudah menyerah, kreatif, rajin dan konsisten. Selanjutnya, bagaimana seseorang mau meresponi kesempatan tersebut, semua itu tergantung dan kembali kepada pribadi masing-masing.
GBI Pasir Koja 39 Bandung