SEDERHANA

sederhanaMengapa dalam Yohanes 15 Tuhan Yesus menyatakan diri sebagai pokok anggur yang sejati (“Akulah pokok anggur yang benar”)? Mengapa Yesus menyamakan diri dengan tumbuhan yang bisa dianggap begitu remeh padahal ada pohon-pohon lain yang lebih tinggi, besar, kokoh dan kuat, mengapa harus pokok anggur? Pokok Anggur menjadi satu contoh tanaman yang sederhana yang dipakai Tuhan Yesus . Tuhan Yesus pun tidak mau meninggikan diri. Demikian juga gereja dibangun dan pekerjaan Tuhan dapat dikerjakan dengan baik, bila orang-orang di dalamnya tidak menegakkan kepala ataupun menonjolkan diri.

Pokok anggur adalah tanaman yang paling tidak berbentuk. Dia tidak mempunyai bentuk sendiri dan tumbuh merambat ke mana letak para-para berada. Apabila petani membangun para-para yang pendek, maka pohon anggur tersebut akan merambat di para-para yang pendek. Tetapi bila para-paranya tingggi, maka tanaman ini akan merambat tinggi. Yesus berkata, “Aku adalah pokok anggur yang sejati dan Bapa-Ku lah pengusaha-Ku, yang membentuk Aku.” Hal ini mengajarkan, bahwa Tuhan kita sendiri saja dibentuk di tangan Bapa dan tidak mempertahankan apa yang ada pada-Nya menjadi kecongkakan-Nya, maka biarlah kitapun meneladani-Nya.

Beberapa waktu lalu, saya bersama Ferry Stiawan, Agus menemani Pak Rodiat berkesempatan untuk mengunjungi beberapa jemaat suku Sunda yang dilayaninya. Saya tidak menyangka kalau jarak untuk menemui mereka itu begitu jauh, medan jalan yang cukup sulit, berbelok belok, turun naik, dan kadang jalannya rusak. Mereka tinggal di daerah Cidaun (Ranca Buaya), Pameungpeuk dan Cikajang Garut. Dengan menggunakan motor, saya berangkat pk. 07.30 dari Soreang dan kembali ke Taman Kopo sekitar pk.22.00 Wib.

Apa hubungan pokok Anggur yang dipakai Tuhan Yesus dengan cerita perjalanan ini? Saya melihat pribadi Pak Rodiat sederhana, jarang bicara, bahkan tidak semua jemaat GBI Pasko mengenalnya, mungkin Agus, anaknya lebih dikenal jemaat. Tapi dengan kunjungan tersebut, saya acungkan jempol buat beliau. Pak Rodiat melayani mereka sebulan sekali dengan menggunakan motor ditemani Agus. Tidak mengenal hujan atau panas, bahkan kadang baru tiba kembali di rumah sekitar pukul 01.00 dini hari. Agus pernah menceritakan pengalamannya, kalau mereka terpaksa beristirahat di bawah jembatan, karena hujan yang sangat deras saat itu. Ternyata kita tidak tahu karena mereka tidak memberi tahu dan memang dianggap tidak perlu tahu. Cukup, Tuhan yang tahu.

Seperti Tuhan Yesus yang mengidentikkan diri-Nya dengan pokok Anggur sebagai salah satu tanaman yang sederhana, merambat mengikuti alur yang ditetapkan pengusaha-Nya, demikian juga kita semua para pelayan Tuhan. Milikilah kesederhanaan, tidak perlu menonjolkan diri dengan apa yang telah dikerjakan, apalagi menegakkan kepala sambil berkata, “Kalau bukan saya yang mengerjakan pasti tidak bisa.” Satu pribadi pekerja yang bisa dicontoh, mungkin Pak Rodiat.

Oleh: Pdm. Dede Imawan

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …