
Pada musim hujan kali ini, biasanya banyak nyamuk yang sudah mulai aktif, dan tidak sedikit penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan dari hewan ini terhadap manusia. Penyakit Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sama seperti halnya penyakit dengue yang dibawa oleh nyamuk tersebut. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam mendadak disertai nyeri sendi yang hebat. Gejala lain yang dapat muncul meliputi kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan munculnya ruam di kulit. Gejala chikungunya biasanya mulai dirasakan dua hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Hingga kini, belum tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini maupun obat antivirus khusus untuk mengobatinya. Meski begitu, chikungunya umumnya menyebar dalam skala terbatas dan jarang menyebabkan komplikasi serius.
Penanganan chikungunya difokuskan pada cara meredakan gejala, seperti istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan tubuh, serta mengonsumsi obat pereda nyeri dan penurun demam. Wabah chikungunya pertama kali tercatat di wilayah Afrika, Asia, Eropa, serta beberapa pulau di Samudra Hindia dan Pasifik. Di Amerika, kasus pertama dilaporkan pada tahun 2013 di kawasan Karibia. Sebagian besar penderita dapat sembuh total dalam waktu tiga hingga sepuluh hari. Namun, pada beberapa kasus, nyeri sendi bisa berlangsung lebih lama bahkan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kematian akibat chikungunya tergolong jarang, tetapi pada lansia atau orang dengan penyakit kronis, infeksi ini bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius. Setelah seseorang terkena chikungunya, tubuhnya umumnya akan membentuk kekebalan, sehingga kecil kemungkinan untuk terinfeksi kembali di kemudian hari.
Penyebab Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV) dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar langsung dari orang ke orang. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit seseorang yang sedang mengalami viremia (memiliki virus dalam darah), kemudian menyebarkan virus tersebut ke orang lain melalui gigitan berikutnya.
Faktor Risiko Chikungunya
Faktor risiko utama tertular chikungunya adalah kedekatan tempat berkembang biaknya nyamuk dengan tempat tinggal manusia, terutama di lingkungan dengan banyak genangan air dan sanitasi buruk.
Gejala Chikungunya
Gejala awal chikungunya biasanya adalah demam tinggi mendadak, diikuti nyeri sendi yang khas dan dapat disertai ruam.
Setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi, timbulnya penyakit biasanya terjadi 4 sampai 8 hari kemudian, tetapi kisarannya bisa 2 sampai 12 hari.
Gejalanya chikungunya meliputi:
- Nyeri sendi
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Radang sendi.
- Mata merah
- Mual
- Muntah
- Demam tinggi yang tiba-tiba (biasanya di atas 38,8 derajat Celsius).
- Ruam makulopapular (ditandai dengan area merah datar pada kulit yang ditutupi dengan tonjolan tinggi).
Pengobatan Chikungunya
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus yang dapat menyembuhkan infeksi virus chikungunya secara langsung. Oleh karena itu, pengobatan yang diberikan bersifat suportif, yaitu ditujukan untuk meredakan gejala yang dirasakan pasien dan mencegah komplikasi. Bila gejala nyeri sendi berlangsung lebih dari beberapa minggu, atau muncul gejala lain seperti ruam berat atau perdarahan, sebaiknya segera konsultasi kembali ke dokter. Pada beberapa kasus, chikungunya dapat menyebabkan artritis yang menetap dan membutuhkan penanganan tambahan oleh dokter spesialis.
Pencegahan Chikungunya
Tidak ada vaksin atau obat pencegahan untuk chikungunya, jadi cara terbaik untuk menghindari infeksi adalah dengan mencegah gigitan nyamuk. Tindakan pencegahan dasar harus diambil oleh orang-orang yang bepergian ke daerah berisiko tinggi, termasuk:
- Mengenakan lengan panjang, celana panjang, dan pakaian lain yang meminimalkan paparan kulit.
- Menggunakan obat nyamuk pada kulit atau pakaian.
- Memastikan ruang dalam ruangan memiliki tirai yang memadai untuk mengusir nyamuk.
- Menggunakan kelambu berinsektisida di atas tempat tidur jika kamu hendak tidur di siang hari.
- Mengenakan kelambu di wajah dan leher, selain menggunakan sarung tangan atau lotion anti nyamuk, jika kamu menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.
- Menghindari perjalanan ke daerah yang mengalami wabah chikungunya.
- Menggunakan obat nyamuk bakar dan penguap insektisida pada siang hari.
GBI Pasir Koja 39 Bandung