
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolongyang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,” Yohanes 14:16
Ketika saya masih kecil, supaya cepat bisa membaca; ayah saya membelikan buku-buku komik bergambar, seperti Gundala Putra Petir, Godam, super hero versi Indonesia. Saya sangat menyukai tokoh tersebut sampai-sampai setiap hari membayangkan betapa bahagianya mempunyai teman seperti mereka yang bisa membela, melindungi dan menyertai saya kapanpun dan dimanapun. Tidak ada yang perlu ditakuti dan tidak ada halangan yang bisa merintangi dalam hari-hari yang saya lalui. Betapa menyenangkan!
Lebih dari itu, Tuhan memberikan Penolong yang jauh lebih hebat dari tokoh khayalan manusia. Roh Kudus, Pribadi yang bersama-sama dengan Bapa dan Firman yang hidup, menciptakan langit dan bumi serta segala isinya (Kejadian 1). Roh ini pula yang menyertai orang-orang kudus Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dalam kisah heroik di Perjanjian Lama seperti Daud, Simson, Daniel. Penyertaan Roh kuduslah yang membuat mereka menjadi istimewa dan luar biasa.
Tetapi inipun belum sepenuhnya lengkap. Roh Kudus pada saat itu belum tinggal menetap dalam diri manusia. Sebelum Yesus mati di salib, Dia menjanjikan sesuatu yang lebih dahsyat lagi. Roh Kudus akan diam tinggal menetap di dalam kita (Yohanes 14:17). Hal itu bisa terjadi karena karya Yesus di kayu salib dan kebangkitan-NYA telah membuka pintu hubungan antara Allah dan manusia ke dalam hubungan yang terdalam dan terdekat. Kita menjadi bait suci-NYA, rumah kediaman Tuhan (1 Korintus 6:19). Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata lebih baik Dia pergi (Yohanes 16:7), kepergian-NYA naik ke surga membuat Roh Kudus turun dan tinggal di dalam kita. Roh yang tinggal di dalam Yesus, tinggal di dalam kita, sungguh mulia dan ajaib. Sehingga kita bisa melakukan apa yang Dia lakukan (Yohanes 14:12). Roh inilah yang akan menguatkan, menghibur, menasihati dan memimpin kita dalam hidup sehari-hari sehingga kita bisa hidup kudus, berkemenangan dan berkuasa seperti Dia. Betapa indahnya, terima kasih Bapa untuk Pemberian-Mu yang terindah, Roh Kudus-Mu.
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung