
Roh Kudus merupakan pribadi Allah , Roh Kudus diberikan agar setiap orang percaya bisa hidup sesuai kehendak Allah , memahami kehendak Allah melalui setiap tuntunan dan arahan Roh Kudus.
Kita setuju bahwa kita semua adalah ciptaan Allah. Dan semua hal yang diciptakan tentu memiliki tujuan. Sebagai contoh kursi kayu diciptakan oleh pengrajin untuk alat duduk. Apa jadinya kalau kursi tersebut tidak mau diduduki ?. Kursi itu memilih untuk menjadi bak mandi, kursi itu tidak mengerti bahwa dia diciptakan untuk sarana duduk, bukan untuk menampung air. Hal yang mungkin akan terjadi adalah pengrajin akan menaruh kursi itu di gudang yang gelap menunggu kursi itu rusak dan usang. Mungkin dimakan rayap atau dibakar dijadikan kayu bakar karena kursi itu tidak tahu fungsi dan lari dari tujuan dia di ciptakan.
Inilah karunia yang Tuhan berikan , karena Dia tahu kita manusia terbatas, lemah, tak berdaya akan godaan dosa.
Sehingga setelah karya penebusan-Nya, kita diperlengkapi dengan satu kuasa yakni kuasa Roh Kudus agar kita bisa Kembali memahami tujuan penebusan-Nya yakni menjadi saksi (KPR 1:8)
1 Korintus 2: 10-12 (TB)
- (10) Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
- (11) Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
- (12) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Roh Kudus turun melanjutkan pekerjaan Kristus sesuai dengan namanya “Roh Kudus” atau “Holy Spirit” . Cara hidup kita yang tidak kudus membuat sebuah penolakan kepada Allah. Bagaimana caranya pekerjaan Kristus dapat dinyatakan kalau disaat Dia memanggil kita, tapi kita menolak dengan cara hidup kita yang cabul, tidak hormat akan satu sama lain, selalu hidup dalam hawa nafsu. Kadang kita menjadi manusia yang punya 2 sisi: sisi kudus di hari minggu di dalam gereja. namun, hidup juga dalam mode diri kita sendiri di hari Senin- Sabtu. Mode hidup yang tidak kudus, berarti kita mendukakan hati Tuhan.
1 Tesalonika 4:7-8 (TB)
- (7) Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang
- (8) Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada
Roh Kudus itu Penghibur, Pengajar, Penolong, dalam kehidupan kita (Yoh 14: 26). Tapi dengan cara apa seseorang dapat menerima karunia Roh Kudus?. Bukan dengan diajarkan atau dipaksa berbicara Bahasa Roh! .
Kisah Para Rasul 2:38 (TB)
(38) Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing- masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Melalui pertobatan dan penyerahan total sebagai murid Kristus , kita akan menerima Roh Kudus. Dan Roh Kudus mendorong kita untuk berbicara soal kebenaran Kristus.
Jadi setelah membaca artikel ini sampai sejauh mana kita menyadari Roh Kudus sedang mengingatkan kita akan apa yang kita perlu hentikan, mengenai perbuatan hidup kita selama ini? . Sudahkah kita hidup dengan pertolongan dan cara Roh Kudus? Atau kita masih hidup dalam perbudakan roh dunia dengan standarnya yang rendah ? .
Saya mau katakan itu semua tidak sebanding dengan jaminan Keselamatan yang sudah Tuhan Yesus berikan.
Efesus 4:30-32 (TB)
(30) Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
(31) Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala
(32) Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung