Jesus Community

Shalom, J.Co (Jesus Community) Retreat Youth yang diadakan pada tanggal 27-29 Juni 2018  bertemakan Komunitas dan Pergaulan khususnya bagi generasi muda Kristen saat ini. Alasan kami mengambil tema ini, karena merasa bahwa generasi muda jaman sekarang telah semakin jauh dari yang diharapkan. Dan kami tidak ingin hal tersebut terjadi kepada remaja Kristen.

SESI I

“Pentingnya Komunitas di Gereja untuk menjaga Pergaulan” – Ibu. Heryanti , S.S

Berkomunitas bukanlah sebuah perintah yang diberikan kepada kita oleh pembimbing ataupun pendeta, melainkan sebuah rencana Tuhan agar kita bertumbuh dalam kebersamaan. Kita tidak boleh asal-asalan dalam memilih komunitas, karena setiap keputusan yang kita ambil akan ada kosekuensinya, jangan sampai hidup kita jadi hancur akibat pergaulan dalam komunitas yang buruk. Komunitas Kristen yang sehat seperti yang dilakukan jemaat mula-mula, dimana kita  saling menolong satu sama lain agar tidak ada yang kekurangan (seperti saling menguatkan, meneguhkan, peduli satu sama lain dan lain-lain).

SESI II dan III

“Chuch Community must Be Like Christ” – Bpk. Pdp. Christofer Tapiheru

Untuk menjadi komunitas yang seperti Kristus, maka kita perlu mengenal siapa Yesus. Karakteristik yang dimiliki Yesus  adalah penuh kasih karunia (grace), belas kasihan (mercy) dan kebenaran (truth). Karena kita adalah komunitas Kristen, kita harus punya nilai-nilai itu. Supaya kita dapat menjadi tempat dimana kebenaran dapat disampaikan sehingga setiap kita dapat memperoleh kemerdekaan dari kebenaran yang disampaikan itu. Supaya kita juga dapat menarik orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.

“Church Community – Prepare Generation of Arrows”

Komunitas Kristen itu membantu orang-orang menemukan panggilan mereka masing-masing dan ingin dipanggil Tuhan. Dipanggil Tuhan artinya menjadi hamba Tuhan, melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan bukan manusia. Dalam Mazmur 127:4, seperti anak-anak panah di tangan pahlawan (Powerful), bukan menjadi seperti anak-anak panah di tangan penjahat (Harmful). Powerful untuk bisa pergi dan menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya (memuridkan).

Hal yang tidak kalah penting  yaitu, jangan lakukan semuanya itu dengan terpaksa, sebab Yesus mati untuk kita tidak secara terpaksa. Jika kalian merasa terpaksa  sama saja artinya kalian tidak melakukan kehendak Tuhan. Kita harus bangga menjadi murid-Nya dan melakukan segala pekerjaan-Nya sebab ketika kita menjadi hamba Tuhan  hal tersebut adalah  suatu kehormatan yang tertinggi.

Sesi IV dan V “Never Give Up” (Ibrani 10:35-36) – Bpk. Ryan Steven

Berada di dalam komunitas Kristen artinya kita terus bertumbuh semakin serupa dengan Tuhan, berkarakter dan mencapai tujuan. Ada banyak penghalang yang menghalangi kita untuk maksimal dalam mencapai tujuan Tuhan. Kita perlu  fokus pada tujuan, jangan sampai menyimpang. Kita perlu berada dalam komunitas yang baik supaya tidak tergilas dan kehilangan arah dalam kehidupan. Ingat Tuhan ingin kita mencapai tujuan-Nya. Tuhan melihat kita sebagai pahlawan-Nya, seperti Tuhan melihat Gideon. Dia sudah menanam bibit pahlawan dalam diri kita.

Kita adalah anak panah di tangan seorang pahlawan. Anak panah berbicara tentang kedewasaan rohani, talenta dan lain-lain. Generasi muda memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan agar seperti anak panah, saat dilepaskan akan melesat menuju sasaran. Agar bisa menjadi anak panah yang tepat sasaran kita harus berada di tangan yang tepat dan bersedia untuk diasah dan diarahkan.

“Three B : Bertumbuh , Berbuah , Berdampak di luar Komunitas Gereja”

Agar kita bisa bertumbuh, berbuah, dan berdampak kita perlu tekun dalam pembacaan firman dan jangan lalai menggunakan talenta yang ada pada kita. Tuhan tidak melihat berapa banyak talenta yang Tuhan beri, Tuhan ingin talenta itu dikembangkan. Pakailah talenta kita untuk memuliakan Tuhan.

Pertobatan haruslah berdampak, bukan hanya bagi hidup kita, tapi bagi hidup orang lain, karena kita punya misi yaitu, “pergi menjadikan bangsa-bangsa murid Tuhan”. Setelah kita diperlengkapi dengan firman Tuhan, kita harus pergi untuk melaksanakan misi tersebut yakni menjadikan semua bangsa murid-Nya. Pergi menjangkau teman-teman dan membawa mereka bagi kemuliaan-Nya.

Kita harus menjadi teladan bagi orang-orang dalam:

  1. Perkataan: perkataan-perkataan yang membangun dan memberkati. Seperti memberkati orang yang melukai kita. Tuhan mau supaya kita jadi berkat buat mereka lewat perkataan kita.
  2. Tingkah laku: dimanapun kita ditempatkan kita haruslah jadi berkat bagi lingkungan kita, jangan menjadi batu sandungan.
  3. Kasih: menolong, memperhatikan dan jangan apatis terhadap orang lain.
  4. Kesetiaan: Tuhan tempatkan kita di satu komunitas, kita harus setia.
  5. Kesucian/Kekudusan: sebagai anak-anak Tuhan, harus menjaga kekudusan agar kita tidak bercacat dan tidak bernoda.

Betapa pentingnya suatu komunitas,  sebab perilaku seseorang  dapat dinilai dari dimana mereka bergaul, dengan siapa mereka bergaul, alangkah baiknya seseorang dapat berkomunitas dalam Kristus. Bersama-sama melakukan perkerjaan-Nya, saling mendukung satu dengan yang lain, dan melakukan segala sesuatu dengan selalu mengandalkan Tuhan.  Sampai jumpa di acara Retreat Youth – RBI tahun depan!

Oleh : Joshia Yeremia & Kevin Kurnia Hermawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …