
YANG TERBAIK
Kejadian 4:1-16
Kejadian 4:5. “Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.”
Sebagai orang Kristen, kita percaya, bahwa Allah adalah Tuhan yang adil dan tidak semena-mena. Ia pasti memiliki alasan mengapa Ia berkenan atas persembahan Habel tetapi Kain dan persembahannya tidak diindahkan-Nya.
Jika kita memperhatikan kisah ini, maka kita akan dapat melihat perbedaan tabiat di antara Kain dan Habel. Kain adalah orang yang dipenuhi dengan nafsu kedagingan, iri, amarah dan dendam, sehingga korbannya adalah kekejian bagi Tuhan (Amsal 15:8). Allah melihat siapa yang memberikan korban dan bukan hanya apa yang kita korbankan. Sebaliknya Habel dicatat di Matius 23:35 adalah orang benar. Pohonnya harus baik, supaya buahnya menyenangkan Allah. Ia Tuhan yang menyelidiki hati. Pastikan hati Anda benar saat mempersembahkan korban bagi Dia.
Selain itu ada perbedaan mutu dalam korban-korban yang mereka bawa. Habel, sebelum ia mempersembahkan korban, memilih-milih terlebih dahulu korban persembahannya. Ia mempersembahkan anak sulung kambing dombanya, yang terbaik yang dimilikinya dan lemak-lemaknya, yang terbaik dari segala yang terbaik.
Mari, bawa persembahan kita dengan sikap yang penuh hormat kepada Allah. Layaklah bila Allah mendapatkan bagian yang pertama dan terbaik dari seluruh yang ada pada kita, karena sejatinya segala yang ada pada kita adalah dari Dia. Jangan beri kepada-Nya hal yang sisa, akan tetapi prioritaskan Tuhan sebagai yang utama di dalam hidup Anda. Maka, perkenanan-Nya pun akan turun dalam hidup Anda.
Ayat Bacaan: Matius 5:27-48; Kisah Para Rasul 3:1-10; Ayub 20-21; Kejadian 16-17
Doa: “Ajar kami untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu, sebab Engkau Allah, Tuhan yang mulia, berkuasa dan berdaulat. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung