Renungan Harian 7 Juni 2020

VISI KELUARGA

Lukas 14:28-33

Amsal 29:18. “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

Keluarga dibangun dari dua pribadi yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, sosial dan ekonomi. Sepasang manusia yang akan membangun rumah tangga perlu visi yang jelas. Visi keluarga itu harus ada, kalau tidak ada maka hidup keluarga ini akan menjadi liar, tanpa arah dan tanpa pertanggungjawaban. Webster mendefinisikan visi sebagai, “The ability to perceive something not actually visible”. Jadi, visi berhubungan dengan “special ability” yaitu kemampuan yang khusus untuk menangkap sesuatu yang tidak nampak bagi penglihatan mata, persepsi intuisi dan kepekaan instink pada umumnya.

Suami istri membutuhkan visi Allah. Jika tidak ada visi, maka rumah tangga tersebut tidak mungkin mengerti apa yang harus dilakukan dan apa kehendak Allah baginya. Tanpa visi, maka motivasi, arah dan tujuan peran tiap anggota keluarga tidak sesuai dengan iman Kristen. Mengerti kehendak Allah benar-benar merupakan visi oleh karena kasih karunia yang Allah berikan (Efesus 5:15-17)

Setelah suami Istri mempunyai visi keluarga dari Allah, maka visi tersebut perlu dikomunikasikan kepada anak-anak mereka.  Orang tua harus memberikan gambaran yang jelas dalam hati dan pikiran anak-anaknya tentang masa depan mereka. Gambaran yang dimaksud ialah berkaitan dengan karakter, sikap, integritas, perbuatan, pendidikan, pasangan hidup dan karir mereka di masa depan.  Orangtua harus menanamkan visi dalam jiwa anak-anaknya. Dengan demikian, hal itu dapat mereka capai di dalam kehidupannya. Kita sebagai orangtua, selayaknyalah berdoa kepada Allah agar Dia memberikan kepada sebuah visi yang jelas bagi anak-anak kita dan mengkomunikasikan visi itu di setiap kesempatan yang kita peroleh bersama anak-anak kita. Pernikahan dan keluarga yang dibangun dengan visi yang jelas dari Allah, maka akan menikmati kebahagiaan.

Doa: “Ya Allahku, berikanlah visi-Mu dalam keluargaku agar keluargaku menikmati kebahagiaan. Amin.”

Bacaan Setahun: Lukas 17:20-37; I Korintus 4:11-21; Pengkhotbah 3:16-4:6; Yosua 13-14

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …