Renungan Harian (5 Agustus 2015)

Boy riding a bicycle on a tarmaced track, Erfurt, Thuringia, Germany, Europe --- Image by © Frank Sommariva/imageBROKER/Corbis

TERUS BERJALAN MAJU

Filipi 3:13-14

Kisah Para Rasul 17:28. “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.”

Saya belajar mengendarai sepeda ketika saya berusia 8 tahun. Dengan rela, seorang teman saya meminjamkan sepedanya kepada saya, bahkan ia pun dengan sabar mengajarkan saya bagaimana caranya mengendarai sepeda. Saya pun belajar bahwa satu hal yang harus saya lakukan agar saya tidak jatuh adalah saya harus terus mengayuh roda sepeda untuk terus jalan maju. Saat saya berhenti mengayuh dan sepeda berhenti, maka otomatis saya akan kehilangan keseimbangan, dan jika kaki saya tidak cukup baik untuk berpijak, maka dapat dipastikan saya akan jatuh dan melukai diri saya sendiri.

Begitu juga dengan kehidupan kekristenan kita. Kita tidak akan hidup dalam kepenuhan Kristus, jika kita tidak terus bergerak maju dan bertumbuh. Banyak orang Kristen yang jatuh dan melukai hidupnya sendiri, karena mereka menolak untuk melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu, mata mereka terus menoleh kepada hal-hal yang telah lalu. Hal-hal masa lalu itu bisa saja berupa hobi, kenangan, kegagalan dan sakit hati, tetapi juga bisa berupa kesuksesan yang telah lampau. Mereka lupa untuk “move on”, dan mengarahkan pandangan ke masa depan yang jauh lebih gemilang, yang telah Allah sediakan bagi mereka.

Hari ini, melalui firman-Nya kita diingatkan untuk terus melupakan apa yang di belakang kita dan bergerak maju. Jangan biarkan kepahitan masa lalu terus membelenggu kaki kita untuk melangkah meraih kemenangan yang Tuhan janjikan. Juga jangan sampai kesuksesan masa lalu memperlena kita, sebab hidup kita semestinya tidak berhenti sampai pada satu kesuksesan belaka, melainkan sebuah rangkaian pencapaian demi pencapaian, dari satu kemuliaan pada kemuliaan lainnya.

Arahkanlah pandangan kita kepada Kristus, Karena hanya di dalam Dialah masa depan itu sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18).

Doa: “Bapa, aku menyadari, bahwa langkahku dalam mengikut-Mu terlalu lambat, karena aku kerap teralihkan dan terus menoleh ke belakang. Tarik aku mendekat pada-Mu, ya Tuhan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …