
Renungan Harian 4 Maret 2022
MENANTI DAN BERHARAP KEPADA ALLAH Renungan Harian 4 Maret 2022
Mazmur 130
Mazmur 130:5. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Mazmur 130 merupakan salah satu nyanyian ziarah yang biasa dinyanyikan oleh bangsa Israel saat mereka berada dalam perjalanan menuju bait Allah. Isinya adalah doa pemazmur dalam kegelisahan yang dilatar belakangi oleh kesukaran hidup yang berat. Tidak diketahui secara detail apa yang menjadi kegelisahan pemazmur. Namun, suasana jiwanya terlihat ketika mengatakan, “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!” (ay. 1a). Kata “jurang” biasanya berkonotasi laut. Laut bagi orang Yahudi merupakan lambang dari semua kejarahan, tempat yang dalam, dan kuasa kegelapan. Seruan dari jurang yang dalam menunjukkan pemazmur sedang merasa kacau jiwanya.
Menanti-nantikan dan berharap kepada Tuhan merupakan kunci yang mengubah kegalauan menjadi ketenangan. Pemazmur menyatakan jiwanya mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi (ay. 6). Pada waktu itu, kota-kota dikelilingi oleh tembok tinggi untuk keamanan dan ketenangan. Para pengawal berdiri di atas tembok dan harus selalu waspada menjaga sepanjang malam. Mereka sangat berharap pagi segera datang sebab pada waktu terang, lebih banyak mata yang menjaga kota. Dikatakan pengharapan pemazmur sedemikian besarnya melebihi para pengawal menanti pagi hari.
Penantian dan pengharapan pemazmur kepada Tuhan telah membuat kepercayaannya dikuatkan. Pemazmur percaya Tuhan sepenuhnya dan menyerahkan hasil akhir penantiannya ke dalam tangan-Nya. Di saat persoalan datang, nantikan Yesus dan berharaplah kepada-Nya. Secara manusiawi, semua orang berharap jawaban doa yang segera dan sesuai harapan. Tetap yakinlah seperti pemazmur yang percaya sepenuhnya kepada Yesus, sehingga Anda dapat tenang menghadapi segala persoalan hidup.
Doa: “Kami menantikan dan berharap pada-Mu Allah penguasa kehidupanku. Amin.”
Bacaan Setahun: Bilangan 7; Markus 6:30-56.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung