Renungan Harian, 31 Oktober 2018

GEREJA DI TENGAH DUNIA

Kisah Para Rasul 2:42-47

Kisah Para Rasul 2:44. “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,”

Gereja lahir di awal abad pertama, di tengah penjajahan Romawi atas wilayah Israel. Ketika Romawi menguasai daerah jajahannya, berbagai hal seperti budaya dan nilai-nilai akan menjadi standar baru yang diserap atau diberlakukan di wilayah jajahannya. Kehidupan masyarakatnya sangat maju dan makmur menjadikan mereka memiliki kehidupan yang sangat hedonis. Kehidupan dipenuhi dengan pesta pora dan dilayani oleh para penghibur dan wanita-wanita. Mereka sibuk memuaskan diri dengan makanan dan hiburan selama berhari-hari. Bahkan ada sebuah tempat yang disebut “Vomitarium” sebagai tempat memuntahkan makanan dengan sengaja, yang disantap selama pesta agar dapat kembali melanjutkan pesta dan menyantap makanan baru tanpa merasa kekenyangan.

Berbeda dengan gereja Tuhan yang dibangun oleh Tuhan Yesus. Pertumbuhan gereja yang sangat pesat malah bukan menawarkan nilai-nilai keduniawian seperti budaya Romawi. Dalam jemaat mula-mula, kesederhanaan adalah keharusan yang membanggakan. Orang-orang yang lemah, kecil dan miskin malah mendapatkan perhatian yang lebih dan dilayani oleh orang yang memiliki kelebihan. Jemaat gereja saling berbagi dalam kelebihan dan kekurangannya. Wanita dan anak-anak yang lemah bukan dipandang sebagai objek yang lemah, tapi jadi subyek kasih dalam penghormatan. Hal ini yang sangat kontradiktif dengan nilai dunia yang diwakili budaya Romawi saat itu.

Hari-hari ini pun gereja berada di tengah himpitan nilai-nilai individualistis dan hedonisme yang terbungkus rapi. Namun, gereja akan hadir dengan nilai-nilai yang jelas berbeda yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Bergabunglah dan tertanam di gereja lokal Anda yang memiliki nilai-nilai yang dicontohkan gereja mula-mula dan jadilah terang dan garam bagi dunia yang terhilang. (NK).

Doa: “Kami mau tertanam di gereja lokal dan mempraktekkan hidup yang penuh kasih dan kesederhanaan, agar dunia dapat melihat terang yang terpancar dari gereja-Mu, ya Kristus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …