Renungan Harian, 31 Mei 2019

MENGAPA TUHAN?

Mazmur 73:1-28

Mazmur 37:7. “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”

Ada suatu fase saat saya sibuk bertanya-tanya kepada Tuhan, “Mengapa Tuhan?” Pertanyaan itu saya ajukan karena saya melihat orang-orang di sekitar saya seakan-akan berhasil dalam segala pekerjaan mereka, padahal mereka melakukan hal-hal yang tidak benar dan melanggar aturan. Rekan-rekan sekerja saya seringkali melakukan kecurangan dalam pekerjaan mereka, tetapi kehidupan mereka baik-baik saja. Mereka tidak mendapatkan hukuman, bahkan terlihat berhasil, sedangkan saya melakukan kebenaran dan tidak mendapatkan penghargaan untuk itu.

Rupanya Asaf pun merasa cemburu terhadap keberuntungan orang-orang fasik, mereka sehat bahkan gemuk, tidak mengalami kesusahan, dan tidak kena tulah. Seakan-akan seperti itu, sampai Tuhan memberikan hikmat-Nya: Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal ini menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka (Mazmur 73:16-17).

Hidup ini ibarat sebuah garis yang sangat panjang. Saat kita membandingkan diri kita dengan orang lain, rasa cemburu itu akan muncul. Alasannya karena kita adalah manusia. Kita hanya melihat dari sudut pandang manusia yaitu melihat sebuah titik dari garis kehidupan kita yang sangat panjang. Namun, sudut pandang-Nya melihat satu garis kehidupan seutuhnya dan hanya dengan sudut pandang Tuhanlah kita mendapatkan sukacita, ketekunan untuk bersabar dalam kebenaran.

Pemazmur berkata sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, artinya jika kita ingin melihat sudut pandang Allah tentang hidup ini, kita harus masuk ke dalam tempat kudus Allah, menemukan kehadiran-Nya dan berbagi dengan-Nya. Di sanalah kita dapat melihat kesudahan dan langkah kehidupan orang benar dan orang fasik.

Doa. “Tuhan Yesus, ajar aku untuk memandang kehidupan ini dari sudut pandang-Mu. Berikanlah aku kekuatan untuk bertekun dan bersabar dalam menjalani hari-hariku. Mungkin aku tidak mengerti, tapi ajarlah aku untuk percaya. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …