
LIMA MENIT SAJA
Mazmur 128:1-6
Mazmur 90:12. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat taman bermain di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., dia putraku yang di situ,” katanya sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam kaus merah yang sedang meluncur turun di pelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga. “Wah, keren sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya.
“Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai kaus biru itu? Dia anakku,” sambungnya memperkenalkan. Lalu – sambil melihat arloji – ia memanggil putranya, “Ayo Jack, kita sekarang pulang!” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok, yaaa…?”
Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon. “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit, ya?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu tersenyum dan berkata, “Baiklah.”
“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” sahut ibu yang di sampingnya melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi.”
Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang Anda kasihi, lima menit saja dari waktu Anda dan Anda pastilah tidak akan menyesal.
Doa: “Roh Kudus, ingatkan kami untuk selalu menyediakan waktu bagi mereka yang kami kasihi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung