Yohanes 10:1-15
Yohanes 10:10b. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Bila kita bicara mengenai pelayanan tidak bisa tidak itu berarti memberi, bukan mengambil. Pelayanan ibadah berbicara mengenai memberi perhatian, kasih, kepedulian kepada jemaat yang memerlukan. Pelayanan masyarakat berbicara mengenai memberi waktu, tenaga, materi untuk masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan cara hidup yang diteladankan Yesus ketika hidup di dunia. Hidup-Nya selalu memberi dan tidak mengambil, bahkan Ia memberikan nyawanya untuk menebus dosa.
Faktor penting yang harus diketahui sebelum kita terjun dalam pelayanan mengikuti teladan Kristus adalah menyadari bahwa pelayanan adalah tentang memberi. Sehingga pelayanan akan sangat efektif ketika muncul dari hidup yang berkelimpahan. Artinya ketika hidup seorang percaya melimpah, tidak akan sulit baginya untuk memberi, sebaliknya ketika hidupnya berkekurangan, maka ketika terjun dalam pelayanan, orang seperti ini akan sibuk mengambil, menuntut dan meminta.
Tentu saja ini tidak hanya berbicara materi saja, karena pelayanan berbicara mengenai kasih, perhatian, kepedulian, waktu, tenaga yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Maka adalah penting untuk kita memastikan hidup kita penuh dengan hal-hal tersebut, baru kita bisa memberi bagi orang lain. Allah-lah sumber segala kelimpahan dalam hidup kita, maka sangat penting menjaga hubungan dengan sang Sumber hidup, sehingga setiap aspek hidup setiap orang percaya akan selalu melimpah, hingga kita bisa membaginya dengan orang lain lewat pelayanan kita. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau hidup sesuai dengan teladan-Mu, yaitu untuk memberi dan melayani. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
