Renungan Harian (31 Juli 2016)

31GUE BASAH, GUE KERING…

Yakobus 2:1-13

Yakobus 2:4. “Bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?”

Tidak! Saya tidak sedang salah mengetik judul! Karena saya bukanlah sedang menceritakan tentang kue basah dan kue kering. Ini yang saya maksud…

Kamis yang terik itu, kami hendak memarkir mobil di basement sempit sebuah bank ternama di negeri ini. Secara spontan seorang satpam menghadang dengan senyum. “Hanya untuk nasabah prioritas, Pak!” jawabnya santun. Tanpa sakit hati saya tertegun. Rupanya memang ada pembedaan layanan. Maklumlah, namanya juga layanan perbankan. Tetapi apa jadinya kalau layanan pembedaan seperti ini berlaku juga di gereja?

Jemaat ‘kinclong’ disalami dengan ekspresif, jemaat lusuh disalami dengan datar. Donatur dianggap aset, penerima santunan dianggap beban. Yang kelas Mercedes dilayani tergopoh, yang kelas ojeg ditanggapi dingin. Doa untuk ‘si limpah’ panjang kalimatnya, doa untuk ‘si cekak’ diburu waktu. Semoga saja pembedaan ini tidak terjadi di gereja tempat kita berjemaat, cukup terjadi di negeri antah-berantah saja.

Yakobus 2:9 gamblang menegur, “Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.” Jadi siapa pun kita sebagai pelayan Kristus; hal memandang muka harus kita hindari. Sampai kapankah kita akan ‘memandang muka’ dengan memilah “basah” dan “kering”? Tidakkah ini akan menodai pengabdian kita kepada Kristus? Tidakkah pula ini akan mengundang murka-Nya bagi hidup kita?

Syukurlah kalau kita tak pernah mengidap “penyakit” akhir zaman ini. Namun, jika sebagian kita ada yang merasa tengah terjangkit ‘virus’ mematikan pelayanan ini, maukah kita memutuskan dan mengakhirinya? Jika setiap manusia adalah sesama, mereka harus mendapat perlakuan yang sama. (NK).

Doa: “Tuhanku, ampuni diriku jikalau mungkin selama ini terselip “virus” memandang muka yang mengotori pelayananku. Bersihkanlah diriku, ya Tuhan, dan murnikanlah pengabdianku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …