
CUKUP!
Bilangan 20:7-13
Ulangan 3:26. “Tetapi TUHAN murka terhadap aku oleh karena kamu dan tidaklah mendengarkan permohonanku. TUHAN berfirman kepadaku: Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku.”
Ketika menyeruput kopi, pernahkah terlintas bagaimana proses yang harus dijalani sampai akhirnya kopi dapat dinikmati dalam sebuah cangkir? Ada proses yang sangat panjang sampai akhirnya kopi siap untuk dinikmati. Setidaknya ada dua kali proses penyortiran, pertama ketika biji kopi selesai dipanen, dan kedua ketika biji kopi kering siap untuk disimpan dan dikemas.
Menelusuri proses secangkir kopi di atas, terlintas kembali bagaimana Tuhan melalui Musa memimpin jutaan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Perlindungan dan pembelaan Tuhan tidak membuat bangsa Israel bersyukur.
Musa harus naik ke Gunung Sinai untuk dapat menerima dua loh batu yang berisi tulisan tangan Tuhan. Ketika Musa kecewa dan membanting loh batu tersebut, maka dia harus kembali mendaki gunung Sinai untuk mendapatkan loh batu yang baru. Musa begitu kelelahan memimpin bangsa Israel yang keras tengkuk dan tidak pernah bersyukur. Sampai suatu saat Musa mengabaikan perintah Tuhan di Meriba. Ketika Tuhan menyuruhnya hanya berkata kepada gunung batu untuk mengeluarkan air, malah memukul gunung batu itu sampai dua kali, Musa gagal di proses penyortiran kedua.
Untuk kesalahannya ini Musa dianggap Tuhan tidak layak untuk membawa bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Pastilah Musa sangat sedih, sehingga dia sempat berbantah-bantah dengan Tuhan, akan tetapi Tuhan berfirman, “Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku” (Ulangan 3:26).
Dalam permohonan kita memang ada kalanya Tuhan berkata, “Tidak!” Ketika Tuhan berkata “Tidak” maka berarti Tuhan akan menguatkan dan sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Dalam kisah Musa, di balik segala kelemahannya, Tuhan menganugerahkan dia gelar sebagai salah seorang pahlawan iman. (NK).
Doa: “Bapa, ajar kami untuk tetap percaya kepada keadilan dan kasih-Mu, meski saat Engkau berkata tidak atas permohonanku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung