Matius 7:1-6
Matius 7:1. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”
Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana kita harus menjaga perilaku kita berkenaan dengan kesalahan orang lain. Ungkapan-ungkapan-Nya ini sepertinya dimaksudkan sebagai teguran bagi para ahli Taurat dan orang Farisi, yang sangat kaku dan keras, sok berkuasa dan angkuh, ketika mengutuk orang-orang lain seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang sombong dan congkak, yang suka membenarkan diri sendiri.
Peringatan Yesus agar jangan menghakimi. Ada orang yang memang bertugas untuk menghakimi, misalnya para hakim. Larangan ini ditujukan kepada perorangan secara pribadi, kepada para murid-murid-Nya. Menghakimi diri sendiri dan menghakimi perbuatan diri sendiri mungkin akan lebih baik dan bijak. Bukan ditujukan kepada saudara kita yang lain.
Perintah-Nya ini juga dimaksudkan agar kita tidak menjadikan perkataan kita sebagai hukum bagi semua orang. Artinya jangan pakai perkataan kita menjadi fitnah (baca: Yakobus 4:11). Menghakimi juga bisa berbentuk penilaian yang gegabah kepada orang lain. Menganggap mereka rendah, menghina. Roma 14:10, “Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.”
Seringkali kita menjatuhkan penghakiman dengan cara menjelek-jelekan orang lain atau menduga hal yang buruk tanpa dasar, atau hanya karena rasa dengki dan benci. Menghakimi dengan cara menilai keadaan orang hanya berdasarkan satu perbuatannya atau menilai siapa mereka hanya berdasarkan pendapat kita sendiri.
Alasan yang memperkuat larangan ini yaitu supaya kamu tidak dihakimi. Bahwa bila kita menyangka kita boleh menghakimi orang lain, maka kita juga harus siap untuk dihakimi. Orang yang merampas kekuasaan akan diperhadapkan pada pengadilan. Dia akan diadili orang dan orang yang paling suka mengecam, maka ia juga akan dikecam.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, untuk firman-Mu yang mengingatkan kami untuk tidak menghakimi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
