SEMINAR PROPOSAL
Efesus 4:15-16
Efesus 4:15. “Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
Saat menyiapkan naskah renungan ini, saya sedang berada di kelas seminar proposal mahasiswa tingkat akhir yang akan menyusun skripsi. Dari puluhan mahasiswa yang mempresentasikan proposal tugas akhir mereka, beberapa orang di antaranya tidak menguasai permasalahan yang akan mereka tulis.
Sebagian bingung dengan teori yang mereka pakai. Sebagian lagi hanya membaca buku penunjang dengan jumlah yang minim, sehingga pemahamannya tidak mendalam. Beberapa tidak tahu harus memakai metodologi yang mana. Ibarat mau berperang, senjata yang dipakai tidak memadai. Beberapa orang lagi tidak tahu tujuan akhir ke mana mereka akan mendaratkan tulisannya.
Para dosen dan peserta seminar memberikan masukan kepada mereka, bahwa tujuan penulisan akan menjadi arah yang mengemudikan penulisan. Tanpa tujuah dan arah yang benar, orang akan cenderung berputar-putar pada persoalan yang tidak jelas. Menghabiskan energi, waktu dan tentu juga biaya.
Bagaimana kehidupan rohani kita? Apakah tujuan akhir sudah kita ketahui secara persis, kemana kita akan menuju? Pertanyaan yang mendesak dijawab karena tanpa itu kita akan terjebak dalam kehidupan yang tidak jelas. Kita merasa bahwa kita sudah bergerak maju, padahal kita masih jadi korban kemajuan. Atau justru kita menganggap bahwa kondisi jalan di tempat kita, sudah kita pahami sebagai kemajuan. Kita juga harus memikirkan cara atau strategi untuk sampai kepada tujuan itu. Jika kita hanya menentukan tujuan, tetapi tidak menentukan kendaraan apa yang akan kita gunakan, kita tidak akan pernah sampai pada tujuan itu.
Mari songsong tahun yang baru dengan sebuah visi yang jelas dari Allah, tentu dengan mengendarai metode atau misi yang tepat sesuai dengan hikmat-Nya. Niscaya, kita akan sampai di tujuan kita dan nama Tuhan dimuliakan.
Doa: “Di akhir tahun ini, kiranya Engkau berbicara kepada kami, ya Allah, akan apa yang Engkau mau untuk kami lakukan dan capai di tahun depan. Biar Engkau saja yang dimuliakan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung