Habakuk 3:17-18
Habakuk 3:17-18. “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, … namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
Mardiutomo menjalani hari-harinya dengan satu kaki. Dia hidup di kampung Karanganjir, Moyudan, Sleman, DIY. Organ tubuh penopang badannya yang sebelah kanan itu harus diamputasi karena terus membengkak. Tiba-tiba saja sekitar sepuluh tahun lalu, kaki kanan pria yang tidak tahu kapan tanggal lahirnya ini, membengkak sebesar bola. Rasanya sakit tak tertahankan. Sudah berkali-kali menjalani pengobatan tradisional, tetapi penyakit anehnya tak kunjung sembuh. Ia hanya berbaring di tempat tidur selama mengidap penyakitnya.
Suatu kali ada lembaga pengobatan yang menawarkan pembiayaan untuk rencana amputasi bagi kakinya. Meski awalnya sempat ragu, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk merelakan satu kakinya diamputasi agar penyakitnya tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Kehilangan satu kaki bukanlah alasan baginya untuk meratapi hidup. “Dulu waktu masih punya kaki kanan yang bengkak, sering tiba-tiba demam tinggi. Sekarang sesudah dipotong, sudah tidak (demam) lagi. Saya bersyukur masih diberi hidup dan umur panjang,” paparnya.
Bersyukur memang sebuah pilihan. Hal itu bisa dilakukan oleh siapa saja yang menjatuhkan pilihan atasnya. Di dalam kehidupan yang tidak bisa kita kendalikan seluruhnya, pilihan untuk bersyukur senantiasa ini akan sangat memberi manfaat bagi jiwa dan bathin kita. Bersyukur adalah kebiasaan yang mempermudah kita dalam melihat kasih karunia Tuhan yang ajaib dalam segala sesuatu, termasuk dalam hal-hal buruk sekalipun.
Jika Tuhan telah menuntun kita dalam perjalanan sepanjang tahun ini, hal itu patut disyukuri. Kasih karunia-Nya telah memelihara, kesetiaan-Nya telah menjaga dan kekuatan-Nya memberi perlindungan. Memilih untuk bersyukur kepada-Nya menjadi pilihan terbaik untuk menutup tahun yang berlalu dan segera menyongsong tahun yang akan datang. Selamat Tahun Baru!
Doa: “Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena kami melewati tahun ini bersama dengan-Mu. Terima kasih untuk pemeliharaan-Mu di dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
