Renungan Harian (30 September 2016)

30PENYEMBAH, BUKAN PENYEMBAHAN

Ibrani 13:15-16

Ibrani 13:15. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.”

Pada suatu hari ada seorang bapak pergi ke gereja bersama dengan keluarganya. Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah, bapak itu mulai mengeluh, “Aduh tadi di gereja musiknya terlalu keras. Penyanyinya tidak kedengaran, khotbahnya lama sekali, belum lagi gedungnya dingin, ushernya juga gak ramah.” Sang bapak itu terus mengeluh tentang hal-hal yang lainnya.

Ada orang-orang yang melihat ibadah sebagai sebuah show (pertunjukan) di mana kita harus mendapatkan entertainment (hiburan). Orang-orang tersebut melihat dirinya sebagai suporter dari kebaktian gereja. Di zaman sekarang yang serba konsumtif ada juga orang yang menganggap dirinya sebagai konsumen di dalam kebaktian gereja. “Kalau tidak cocok di sini, yah saya cari gereja yang lain,” katanya.

Tentu ini bukan berarti tidak boleh ada perbaikan-perbaikan di dalam ibadah. Tetapi pertanyaan kuncinya sebenarnya adalah: Mengapa kita datang beribadah di gereja? Untuk siapa saya datang tiap minggu ke gereja? Mengapa jemaat Tuhan tidak antusias dalam memuji dan menyembah Tuhan?

Kejadian ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Saat beribadah terlalu fokus pada masalah pribadi dibanding memuji dan menyembah Tuhan. Bisa juga disebabkan oleh budaya dan kebiasaan kita yang tidak menyukai memuji dan menyembah, dan merasa khotbah lebih penting dari pujian dan penyembahan.

Pada dasarnya Bapa sedang mencari seorang ‘penyembah’ bukan ‘penyembahan’ (Yohanes 4:23). Penyembah yang benar melahirkan penyembahan yang benar juga. Memuji Tuhan tidak melihat waktu dan keadaan, tetapi “pada segala situasi dan kondisi” puji-pujian kepada Tuhan harus tetap mewarnai hidup kita. Kiranya seluruh aspek kehidupan kita selalu memuji dan menyembah Allah, baik itu roh, jiwa dan tubuh kita. (NK).

Doa: “Biarlah Engkau mendapati kami bukan hanya menyembah-Mu tetapi seluruh hidup kami adalah bentuk penyembahan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …