
HIKMAT
Ayub 28:12-28
Yakobus 3:17. “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”
Hikmat adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai pengertian tersebut.
Dengan kata lain, bijaklah apabila kita mampu menunjukkan belas kasih kita kepada orang lain ketika mereka berbuat dosa, atau mereka gagal. Menunjukkan pengertian kita dan bukan menghakiminya.
Di seluruh jagat raya ini tidak ada yang paling berpengertian dan penuh belas kasih selain dari Tuhan kita, Yesus Kristus. Jadi, setiap kali saya menghakimi seseorang, maka saya adalah orang yang bodoh. Sebaliknya, setiap kali saya berbelas kasih, maka saya semakin serupa dengan Tuhan. Itulah yang disebut berhikmat! Disebut bijaksana jika kita memberi kesempatan kepada orang lain, sebab Tuhan juga selalu mengampuni.
Semua yang kita miliki dalam hidup ini adalah pemberian Tuhan. Bahkan setiap tarikan nafas kita berikutnya. Jika seandainya kita mendapatkan apa yang sepantasnya kita dapatkan, maka saat ini kita tidak akan hidup. Namun, Tuhan tidak memberikan sesuai dengan apa yang layak kita dapatkan. Dia memberi kita apa yang kita butuhkan, yaitu belas kasih.
Jika kita adalah orang yang berhikmat, maka kita akan memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang layak mereka dapatkan. Itu yang disebut belas kasih dan hikmat. Orang yang berhikmat tidak mengungkit-ungkit kesalahan orang lain, sebab mereka penuh belas kasih. Hikmat itu penuh dengan belas kasih.
Bagaimana kita menjadi orang berhikmat? Ayub mencatat, bahwa hanya Allah yang mengetahui jalan kepada hikmat. Hanya Ia yang mengetahui di mana hikmat itu. Takut dan hormatlah terhadap Tuhan, itulah hikmat. Jangan lakukan yang jahat, itulah pengertian.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Petrus 5:1-11; 1 Timotius 6:11-16; Ratapan 3:34-66; Ester 7-8
Doa: “Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, ajar aku untuk takut akan Engkau, sehingga aku menjadi orang yang berhikmat.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung