SALING MENDAHULUI
Mazmur 133:1-3
Mazmur 133:1. “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”
Banyak slogan yang ditempel atau dipajang di bagian-bagian tertentu, misalnya jalanan, kendaraan agar “Jangan saling mendahului!”. Sebaliknya, dorongan diberikan untuk membudayakan antri, yang berarti jangan mendahului orang lain.
Ada 2 orang bersaudara yang tinggal berdekatan, dan memiliki sawah warisan orangtua mereka satu-satunya. Yang kakak telah berkeluarga dan yang adik masih melajang. Sejak kecil, mereka diajarkan orangtua untuk hidup rukun dan saling mengasihi. Sawah itu dikelola bersama dan hasilnyapun selalu dibagi rata. Tetapi sang adik berpikir dalam hatinya, ini tidak adil untuk kakak, karena ia hidup dengan istri dan kedua anaknya, dia butuh lebih banyak daripada saya. Jadi dia memutuskan untuk diam-diam menyisihkan satu karung lagi dari bagiannya dan dimasukkannya ke lumbung bagian kakaknya.
Sang kakak pun berpikir demikian, ini tidak adil buat adik, karena dia hidup sendirian, kalau dia sakit atau susah, tidak ada yang bisa membantu dia. Sementara saya memiliki istri dan anak-anak yang membantu. Sang kakak secara diam-diam juga menyisihkan satu karung dari bagiannya dan dimasukkan ke lumbung adiknya.
Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun, tanpa ada yang mengetahui. Hanya mereka bingung mengapa tidak ada di antara mereka yang berkurang bagiannya. Hingga suatu kali ketika mereka berdua hendak melakukannya hal yang seperti biasa mereka lakukan, secara tidak sengaja mereka bertemu, saat itu, mereka baru menyadari, kenapa bagian mereka tidak pernah berkurang. Kunci untuk hidup dan erat dalam kasih persaudaraan adalah kita perlu lebih dulu mendahulukan kepentingan orang lain. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk mengasihi sesama kami seperti Engkau telah mengasihi kami, dengan rela berkorban bagi kepentingan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung