Renungan Harian (30 Juni 2017)

PETUAH DARI SAPTO

1 Korintus 15:35-58

1 Korintus 15:58. “ Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Sapto Kridayanto adalah seorang penyandang tuna netra sejak usia belasan tahun. Ketika sedang bermain tembak-tembakan dengan teman-temannya, matanya terkena peluru mainan. Sejak itu kondisi penglihatannya kian menurun dan mengalami kebutaan. Sempat merasa down karena kondisinya, ia dibantu seorang psikolog untuk memulihkan percaya dirinya. Tak hendak menyerah dengan keterbatasan penglihatannya, Sapto tetap berjuang melanjutkan hidup dengan bekerja. Pekerjaannya adalah sebagai seorang tenaga telemarketing pada sebuah bank swasta untuk jenis tabungan tertentu. Ia menawarkan produk tabungan itu melalui telepon kepada calon nasabah.

Pergi-pulang bekerja ia naik kendaraan umum. Dibantu tongkat ‘penunjuk arah’, pria dua anak ini menjalani hari-hari pekerjaannya. Sepulang ke rumah, biasanya ia juga duduk manis di depan laptop khusus untuk menulis artikel motivasi. Hasil naskahnya kemudian diposting ke website khusus para penyandang tuna netra, www.kartunet.com. Sapto tidak menyesali apa yang terjadi pada dirinya, sebaliknya tetap bersyukur masih dapat bekerja mencukupi kebutuhan keluarganya. Ia bertarung menaklukkan Jakarta yang keras, bersaing dengan orang-orang yang memiliki penglihatan normal.

Didampingi Marlina, istrinya yang juga bermasalah dalam penglihatan, Sapto menunjukkan semangat untuk bertahan hidup. Bukan hanya bertahan, ia menghasilkan sesuatu yang belum tentu dikerjakan oleh mereka yang memiliki kondisi fisik normal.

Dalam hidup, salah satu hal yang kita kerjakan adalah melayani-Nya. Ini adalah wilayah yang menguras energi baik secara fisik maupun mental. Karenanya api semangat harus tetap dijaga. Kiranya semangat Sapto dapat kita teladani agar tidak mudah menyerah dengan keadaan. Sebaliknya tetap menjaga stamina rohani agar apa yang kita lakukan bagi Dia mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. (NK).

Doa: “Kami mau terus teguh dan giat mengerjakan pekerjaan-Mu, Tuhan Yesus. Kiranya melalui hidup kami, nama-Mu dimuliakan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …