Renungan Harian (30 Juli 2017)

TAK MEMANDANG RUPA

1 Samuel 16:7

1 Samuel 16:7. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Cobalah sejenak berdiri di depan cermin, kemudian mengamati dengan teliti rambut di kepala Anda. Anda tentu mulai menemukan sesuatu yang unik. Warna dan jenis rambut yang berbeda dengan milik orang lain dari berbagai suku dan bangsa, bahkan dengan orang terdekat di sekitar Anda. Keunikan berikutnya adalah bahwa Anda sendiri tidak tahu pasti berapa jumlah helai rambut di kepala Anda!

Untuk menunjukkan bahwa Allah adalah Pencipta yang mengerti detil ciptaan-Nya, Yesus Kristus mengatakan bahwa jumlah rambut kepala kita terhitung oleh Dia (Luk 12:7). Ini menunjukkan bahwa tidak ada detil yang terlalu kecil yang lolos dari perhatian-Nya; tidak ada perubahan yang akan luput dari mata-Nya yang memperhatikan dan mengasihi.

Sebuah sumber menyebutkan, bahwa rambut yang Anda lihat hari ini sebenarnya tidak lebih dari protein mati yang dihasilkan oleh sel-sel dalam folikel rambut, yang tertanam dalam lapisan kulit. Total jumlah folikel rambut pada tubuh seorang dewasa adalah sekitar 5 juta; hanya sekitar 100.000 yang berada di kepala. Setiap rambut tumbuh keluar dari salah satu folikel selama sekitar tiga hingga lima tahun. Kemudian rambut itu akan dibuang dan folikel itu akan beristirahat sekitar tiga bulan sebelum mulai menumbuhkan rambut lagi.

Jadi, begitu kita bisa tahu jumlah rambut di kepala, tetap tidaklah mudah untuk terus memantau angka yang berubah-ubah ini. Dalam pengetahuan kita yang terbatas, Dia menjamin bahwa Dia tahu detil kehidupan kita. Jenis rambut apa pun yang kita miliki: lurus, ikal, keriting; warna hitam, pirang, coklat, bukanlah alasan bagi Tuhan untuk membeda-bedakan. Dia tetap mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat.

Kiranya fakta ini memberi kita bahan perenungan, bahwa jika Tuhan tak membeda-bedakan umat ciptaan-Nya; kita pun tidak menjadi orang yang pandai memandang rupa. Semangat rasisme adalah hal primitif yang harus sudah ditinggalkan jauh di belakang. (NK).

Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, karena kami semua diciptakan unik dan sama mulianya. Ajar kami untuk tidak memandang rupa. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …