2 Samuel 23:8-17
2 Samuel 23:17. “Katanya: “Jauhlah dari padaku, ya TUHAN, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?” Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu.”
Dari ratusan ribu prajuritnya, Daud mempunyai pasukan elit yang terdiri dari 30 pendekar. Mereka adalah para petarung terbaik di seluruh negeri. Namun, di atas tiga puluh orang itu, ada tiga orang yang lebih hebat lagi, yaitu Isybaal, Eleazar, dan Sama.
Mereka berjuang, berkorban, dengan keberanian yang luar biasa, mereka menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak, dan mereka bertarung di sisi Daud sampai titik darah penghabisan demi perintah Allah untuk mempertahankan tanah perjanjian. Syukurlah, Alkitab mencatat hasil dari perjuangan para pahlawan itu: “Demikian diberikan TUHAN kemenangan yang besar.” (2 Sam. 23:12). Para pahlawan yang gagah perkasa itu menang bukan karena kehebatan mereka, tetapi karena pemberian Tuhan.
Dedikasi ketiga pahlawan tersebut bukan hanya berhenti sampai setia bertarung di sisi Daud saja, melainkan ada satu peristiwa yang membuat Daud terharu dan begitu hormat kepada ketiga orang tersebut. Ketika Daud ingin minum air dari perigi Betlehem, triwiralah yang menerjang ke kubu musuh untuk mengambil air dari perigi itu bagi Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN.
Pahlawan adalah mereka yang mau berjuang dengan penuh keberanian dan kegigihan serta kerelaan berkorban demi kecintaannya serta kesetiaannya pada orang yang mereka kasihi. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki kecintaan dan kesetiaan seperti triwira tersebut hingga rela berkorban demi orang lain yang membutuhkan Yesus? Dan apakah kita tidak langsung bertindak seperti triwira Daud ketika Tuhan Yesus mengutarakan keinginan-Nya?
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau bangkit menjadi pahlwan-pahlawan iman karena cinta kami kepada-Mu. Kami mau berjuang dan berkorban untuk membawa jiwa-jiwa agar menerima keselamatan yang dari pada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
