Renungan Harian (29 September 2017)

SACRIFICE

Lukas 16:10-18

Lukas 16:11. “Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?”

“Great achievement is usually born of great sacrifice and is never the result of selfishness – Napoleon Hill.” Kutipan itu bicara tentang pengorbanan, bahwa pencapaian yang besar biasanya lahir dari pengorbanan dan bukan dari keegoisan atau mementingkan diri sendiri.

Ironisnya yang terjadi hari-hari ini banyak kita lihat sendiri, bahwa kecenderungan orang-orang Kristen adalah mencari keuntungannya sendiri. Banyak orang Kristen ke gereja bukan lagi untuk mempersembahkan sesuatu tapi untuk mendapat keuntungan baik langsung maupun tidak langsung, khususnya buat penganut teologi kemakmuran yang semakin marak di akhir zaman ini. Padahal yang namanya mempersembahkan sesuatu itu haruslah secara tulus tanpa mengharapkan kembali. Hal seperti ini harus kita akui sangat banyak terjadi di sekitar kita.

Karena membawa cara dunia atau cita rasa anak-anak dunia ke dalam gereja, maka walaupun mereka bergereja bahkan melayani tapi spirit yang merasuk adalah spirit dunia dan mamon. Nilai-nilai moral yang mereka pahami hanyalah standar moral umum (tidak berzinah, tidak membunuh, tidak mencuri, dll) seperti standar umat Perjanjian Lama dengan tauratnya. Padahal sebagai umat Perjanjian Baru standar moral kita adalah “melakukan kehendak-Nya”.

Untuk memahami hal ini tidak mudah dan tidak cukup hanya sekedar bergereja seminggu sekali tetapi mutlak seseorang harus mengalami transformasi berpikir oleh pemahaman terhadap Injil dan kebenaran yang murni, seperti yang diajarkan dan dilakukan oleh Tuhan Yesus. Hanya dengan memahami Injil-Nya, maka seseorang bisa memiliki kecerdasan roh. Kecerdasan roh inilah yang membuat seseorang memiliki kepekaan terhadap kehendak Allah, yaitu: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Dan untuk menerima kemuliaan pastinya harus ada harganya, yaitu menyalibkan daging. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menjadi murid-Mu yang benar-benar mengerti dan melakukan firman-Mu dengan setia dan benar. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …