2 Tawarikh 6:1-11
2 Korintus 1:20. “Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.”
Perkataan manusia sungguhlah tidak dapat dipegang karena kerap berubah. Janji yang dibuat oleh manusia pun kerap berubah-ubah dan tidak dapat dipegang sebagai sebuah hal yang dapat kita andalkan. Tetapi berbeda dengan Allah kita. Ia adalah Allah yang ketetapan-Nya tidak pernah berubah dan janji-Nya pasti dipenuhi. Alkitab berulang kali menuliskan perkataan Allah: “Aku akan.” Dan saat ia berjanji Ia pasti menepati.
Allah pernah berjanji kepada Daud, bahwa Ia akan membangkitkan keturunannya yang kemudian, anak kandung Daud, dan akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama Allah dan Allah akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya (2 Sam. 7:12-13). Menyadari kesetiaan Allah terhadap janji-Nya, Salomo pun berucap demikian ketika ia mentahbiskan Bait Allah, “Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini. 2 Tawarikh 6:15.”
Paulus juga menyatakan, bahwa semua janji Allah adalah “ya” di dalam Kristus (2 Kor. 1:20). Di tengah dunia yang tidak pasti, mari kita menaruh sikap percaya kita hanya kepada Allah yang setia, yang akan senantiasa menepati janji-janji-Nya. Di tengah masalah yang menyerbu, satu hal yang dapat kita percaya adalah bahwa Ia tidak pernah gagal dan janji-Nya pasti digenapi.
Mengetahui dengan pasti, bahwa Allah pasti menepati janji-Nya, itulah iman.
Doa: “Di tengah dunia yang tidak pasti, tetapi aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku sangat yakin akan kuasa-Mu, Tuhan. Engkau tidak pernah lalai dalam menepati janji-janji-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
