
MARIA
Yohanes 11:17-44
Yohanes 11:28. “Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.”
Saat Marta pergi menemui Tuhan Yesus, Maria tinggal di rumah. Sebuah respon yang terbalik dari kisah yang ditulis di Yohanes 10:38-42, di mana dikatakan Maria senang duduk di dekat Tuhan. Mestinya sebagai orang yang senang duduk di bawah kaki Yesus, yang berlari-lari menemui Yesus adalah Maria bukan Marta.
Ada beberapa orang berpendapat, bahwa mungkin Maria tidak mendengar kabar kedatangan Yesus karena ia sedang duduk berkabung sambil menerima kunjungan belasungkawa orang-orang. Ada juga beberapa pihak yang berkata, bahwa Maria mendengar Kristus datang, akan tetapi terlalu tenggelam dalam kesedihan dan terus larut dalam kesedihannya. Kedua pendapat itu memiliki kesimpulan yang sama, Maria sedang sangat berkabung sehingga ia enggan beranjak dari tempat ia berada,
Kebalikan dari Marta, sifat Maria adalah lebih pemikir dan menahan diri. Sifat ini merupakan keuntungan baginya sebelum peristiwa kematian saudaranya Lazarus, karena membuat Maria duduk di bawah kaki Kristus dan memungkinkan dia untuk lebih memperhatikan perkataan Yesus daripada terganggu dengan tetek bengek yang merisaukan Marta. Akan tetapi, kali ini sifat itu justru menjadi perangkap baginya karena membuatnya sulit untuk melepaskan diri dari kesedihan. Ia mudah larut dengan perasaan, sehingga membuatnya tidak mendengar kabar kedatangan Yesus.
Bukan hal kebetulan kalau Alkitab menulis: Tetapi Maria tinggal di rumah. Akhirnya Yesus pun harus memberi perintah untuk Maria datang kepada-Nya agar dapat melihat mukjizat-Nya. Jangan biarkan perasaan mendikte kita, karena hal itu dapat membuat kita diam di tempat dan gagal melihat mukjizat Tuhan. Kuasai diri, jadi tenang supaya kita dapat berdoa. Waktu kita menghampiri Allah dalam doa, mukjizat-Nya akan dinyatakan dalam hidup kita. Haleluya!
Ayat Bacaan Setahun: Yudas 1:8-16; Ibrani 3:13-19; Yehezkiel 28; Mikha 3
Doa: “Kami tidak mau mengijinkan perasaan mendikte hidup kami, tetapi kami hanya mau mendengar perkataan-Mu dan percaya akan kuasa-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung