KESEHATIAN DALAM KELUARGA
Maleakhi 4:1-6
Maleakhi 4:6. “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”
Pernahkah terlintas dalam pikiran Anda apa yang dimaksud dengan pelayanan? Apakah itu berarti tampil di mimbar gereja, atau super sibuk dalam organisasi gereja atau seksi repot merasa jadi orang yang paling dibutuhkan di gereja?
Pelayanan yang pertama harus kita lakukan adalah di dalam keluarga. Di sana kita saling menjaga hati setiap anggota keluarga dan menjaga kesehatian dan kesatuan dalam keluarga. Contoh: selalu meluangkan waktu untuk keluarga, jalan bareng atau sekedar bercengkerama di rumah bersama. Sebenarnya bukan ke mana atau di mana kita berkumpul tetapi dengan siapa kita berkumpul. Kegiatan-kegiatan sederhana di dalam keluarga itulah yang memupuk kesatuan hati kita.
Ketika kesatuan dan kesehatian terpelihara secara utuh dalam keluarga, tidak akan ada yang namanya sakit hati antar anggota-keluarga. Semua dikikis oleh sikap saling mengasihi dan memperhatikan. Dengan demikian, pelayanan di gereja pun akan bisa berdampak positif buat orang-orang di sekeliling kita. Bahkan sangat mungkin bisa melayani pekerjaan Tuhan bersama-sama dengan keluarga. Sesuatu yang indah sekali bukan, jika kita mulai semuanya dari keluarga? Banyak keluarga mendambakan hal ini. Orang-orang bisa melihat keadaan kita dengan keluarga kita yang penuh kasih.
Ketika kita melayani keluarga kita dengan sepenuh hati itulah pelayanan pertama, selanjutnya mintalah hikmat untuk bisa melayani pekerjaan Tuhan di gereja. Adanya keseimbangan waktu antara keluarga, gereja dan pekerjaan harus terus kita usahakan. (NK).
Doa: “Roh Kudus, beri kami hikmat agar kami dapat menjaga keseimbangan antara keluarga, pekerjaan dan pelayanan kami di gereja. Kami juga rindu agar kami dapat melayani Tuhan bersama-sama. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung