Renungan Harian (29 Nopember 2015)

29MENILAI YANG TIDAK KELIHATAN

2 Samuel 23:8-17

2 Samuel 23:16a. “Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud.”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada saat libur Lebaran arus mudik menuju kampung halaman begitu padat. Perjalanan yang ditempuh pada musim mudik akan memakan waktu dua hingga tiga kali lipat dibanding perjalaan normal. Dengan volume kendaraan sebanyak itu perjalanan pun akan menguras tenaga ekstra. Ternyata di antara para pemudik tampak seorang pria membawa sebuah kulkas bekas yang diikat pada sepeda motor. Melihat ukuran motor dan kulkas itu membawa kesan tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya.

Ternyata bapak ini hendak membawa kulkas bekas yang berhasil dibelinya di kota untuk dibawa sebagai hadiah bagi orang tuanya di kampung yang berjarak hampir 250 Km dari kota di mana ia bekerja. Buat sebagian orang kulkas tersebut hanyalah berharga kurang dari 2 juta rupiah. Tetapi jika kita lebih jauh memahami kondisi bapak ini, dan proses hingga kulkas ini ada di kampung kelahirannya, tentulah kulkas ini akan bernilai jauh lebih tinggi. Bisa dibayangkan betapa bangga orang tua pria ini melihat kedatangan anaknya sambil membonceng kulkas raksasa itu.

Menilai suatu pengorbanan tidak bisa hanya dinilai dari jumlah materi atau ukuran baku lainya. Begitu juga seseorang yang berkorban bagi Kerajaan Allah. Mungkin orang-orang hanya bisa menilai dari ukuran dan penilaian yang kasat mata. Tetapi Tuhan melihat hati, motivasi dan proses pengorbanan yang dilakukannya.

Setiap kita dikaruniai berbagai talenta dan kelebihan yang berbeda-beda. Dan seberapa pun sumbangsih yang kita lakukan bagi Tuhan, jika dilakukan dengan motivasi yang sungguh, Allah sendiri yang akan menilai dan membalaskan kepada kita dengan kasih dan kebaikan-Nya yang ajaib. Carilah perkenanan Allah melebihi penilaian manusia. (NK).

Doa: “Kami mau mencari perkenanan-Mu lebih dari penilaian manusia dalam kami melayani. Kami mau memberi yang terbaik bagi-Mu, karena Engkau layak terima yang terbaik, Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …