Kisah Para Rasul 3:1-10
Kisah Para Rasul 3:1. “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.”
Pada waktu sembahyang pada pukul 3 petang, Petrus dan Yohanes naik ke Bait Allah. Di sana ada seorang laki-laki yang telah lumpuh sejak lahir. Ketika dilihatnya Petrus dan Yohanes, orang tersebut meminta sedekah pada mereka. Namun jawab Petrus, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (ay. 6).
Lalu Petrus memegang tangan orang tersebut dan dan membantunya berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang tersebut. Dengan kuasa nama Yesus dan pengurapan Roh Kudus, Petrus memanifestasikan kuasa Allah yang menyembuhkan pria tersebut. Dengan rendah hati Petrus menyatakan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah semata-mata karena kuasa Tuhan Yesus (ay. 11-16).
Namun kita juga perlu memperhatikan kata “dan Yohanes” pada ayat 1. Secara keseluruhan, kitab Kisah Para Rasul banyak menceritakan tentang pelayanan Petrus dan Paulus yang diurapi oleh Roh Kudus. Namun, mengapa muncul nama Yohanes yang mendampingi Petrus, meski ia tidak disebut banyak berbicara atau berbuat apa-apa?
Ternyata untuk melakukan pekerjaan Allah yang besar, Anda tidak akan bisa melakukannya sendiri, tetapi harus melalui teamwork. Jika ingin membangun sebuah pelayanan yang diurapi, kita harus membangunnya bersama dengan tim. Dalam pelayanan bersama tim ini, kita bisa saling menjaga, melengkapi, mendukung dan menguatkan di dalam doa, daya dan dana juga menjaga diri kita untuk tetap rendah hati.
Bagaimana pertumbuhan pengurapan di dalam pelayanan Anda bersama dengan tim selama ini? Sejauh manakah Anda belajar rendah hati dan hanya memberi kemuliaan hanya bagi Tuhan?
Doa: “Ya Allah, kami menyadari, bahwa kami sesungguhnya memerlukan rekan kami untuk dapat melakukan tugas pelayanan kami dengan baik. Ajar kami untuk senantiasa rendah hati. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
