
UANG, MEDAN PERTEMPURAN
Pengkhotbah 5:9-15
Pengkhotbah 5:9. Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.
Manusia hidup butuh uang tetapi uang bukan satu-satunya yang bisa membuat manusia hidup di dunia ini. Uang bisa menjadi medan pertempuran spiritual yang terus menerus sepanjang hidup kita. Kesukaran manusia di zaman akhir ini karena manusia mencintai uang. Uang tidak dapat memuaskan orang yang memilikinya, bahkan dapat merusak masa depan. Jangan kita menjadi hamba uang tetapi belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Belajarlah mempercayakan kebutuhan kehidupan kita kepada Allah.
Kita harus belajar mengucap syukur dan mencukupkan diri dengan uang yang ada pada kita tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain. Seberapapun uang yang Tuhan percayakan sebagai penghasilan kerja kita, bila kita syukuri dan kelola dengan benar pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, keluarga kita dan membantu pekerjaan Tuhan di gereja lokal kita masing-masing. Dengan uang yang banyak seseorang bisa lupa diri dan lupa keluarganya. Kekurangan uang seseorang bisa berpikiran yang jahat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Uang seberapa pun yang kita simpan dan menghemat pengunaannya pada akhirnya tidak bisa kita bawa saat kita meninggal. Akhirnya, orang lain yang akan menikmatinya. Hidup mencukupkan diri dengan uang yang ada pada kita dan mengucap syukur kepada Allah atas berkat uang, itu merupakan pola hidup yang benar bagi kita.
Cara memperoleh dan mengelola uang yang kita miliki merupakan medan pertempuran Iblis yang dapat membelokkan kita dari tujuan hidup untuk kemuliaan Allah, menjadi hidup yang mempermalukan Allah. Jagalah hati kita terhadap ketamakan dan percayakan kehidupan kita pada pemeliharaan Allah. Sadarilah, kepuasan dan kebahagiaan yang sejati kita hanya ada dalam iman kita kepada Allah.
Doa: Bapa di dalam nama Yesus, biarlah hatiku hanya terpaut kepada-Mu saja. Amin.
Bacaan Setahun: Markus 12:18-34; Kisah Para Rasul 23:23-35; Mazmur 108; Bilangan 9.
GBI Pasir Koja 39 Bandung