
HARMONISASI DALAM TIM
Matius 14:13-21
Matius 14:17. “Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”
Suatu kali ketika mendapatkan promosi menjadi kepala bagian di tempat kerja, Abi merasakan kegalauan berkepanjangan. Departemen yang dipimpinnya diisi oleh rekan kerja yang berusia jauh lebih tua dan pengalaman kerja sudah bertahun-tahun. Salah satu masalah di departemen itu adalah keinginan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya melalui komputerisasi dan sistem kerja yang modern. Namun, pegawai senior di departemen tersebut kebanyakan hanya lulusan SMA dan belum pernah menggunakan komputer. Secara naluri Abi berkeinginan merombak struktur pegawai di sana, tetapi hal itu ia sadari bukan pilihan yang bijak.
Akhirnya Abi mengadakan rapat internal dan secara gamblang menjelaskan keinginan perusahaan. Ia mengakui jika pengetahuan dan pengalamannya yang seumur jagung tentu membutuhkan bantuan dan didikan dari bawahannya yang lebih senior. Dan ia menawarkan untuk membantu rekan-rekannya menguasai komputer seperti tuntutan perusahaan. Singkat cerita, selama beberapa waktu, setengah waktu istirahat siang dipakai untuk saling belajar, baik untuk Abi maupun rekan-rekan seniornya. Dengan kerendahan hati untuk mengakui kelemahan dari masing masing pribadi telah menjadikan departemen ini menjadi tim yang solid. Kemajuan demi kemajuan diraih dan menorehkan prestasi yang membanggakan.
Seringkali kita lebih suka menyembunyikan kelemahan di hadapan orang lain dan tanpa disadari hal ini menjadi penghambat kemajuan. Sadari kelemahan dan libatkan Tuhan, niscaya Allah akan campur tangan dan memberikan kekuatan baru bagi anak-anak-Nya yang percaya. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menyerahkan apa yang ada pada kami, meski hanya sedikit, agar Engkau memberkatinya dan Kau pakai bagi kemuliaan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung