Renungan Harian (29 Maret 2018)

SIGNIFIKANSI KEBANGKITAN KRISTUS

Roma 6:1-14

Roma 4:25. “Yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.”

Kematian dan kebangkitan Kristus tidak bisa dipisahkan, baik secara historikal maupun teologikal. Signifikansi peristiwa yang satu hanya bisa dipahami dalam korelasi dengan peristiwa lainnya. Kedua peristiwa ini penting untuk mencapai tujuan penyelamatan Allah (Rm. 4:25).

Apakah signifikansi kebangkitan Kristus? Pertama, kebangkitan Kristus sebagai konfirmasi kebenaran pernyataan-Nya dan kebenaran Alkitab. Kedua, kebangkitan Kristus merupakan bukti keilahian-Nya. Kristus adalah Allah-Manusia dalam satu pribadi. Kebangkitan-Nya adalah bukti, bahwa Ia telah menaklukkan dosa, setan, penyakit dan kematian (Ibrani 2:9-14; Wahyu 1:18). Kristus adalah Tuhan! Ketiga, kebangkitan Kristus adalah verifikasi bahwa korban-Nya bagi dosa manusia dalam kematian-Nya di kayu salib sempurna dan diterima Allah Bapa. Keempat, kebangkitan Kristus berdampak transformatif  bagi manusia. Kebangkitan-Nya membawa kelepasan dari dosa-dosa masa lalu (Rm. 6:4-11); memberi jaminan masa kini dimana kita diselamatkan dari kuasa dosa, disucikan dan hidup terpelihara (Rm. 8:1-3, 31-39; Ibr. 7:25); dan juga memberi pengharapan di masa yang akan datang (1 Kor. 15:17-23; 50-57). Kelima, kebangkitan Kristus menjadi pondasi kekristenan yang membuatnya unik dan berbeda dari semua agama lainnya (1 Kor. 15:1-4).

Kuasa kebangkitan Kristus yang berdampak pada kekekalan, juga berdampak pada kekinian kita. Di dunia yang menakutkan ini, meningkatnya kejahatan, kehancuran moral dan etika, justru kuasa kebangkitan-Nya memberi kekuatan dan daya transformatif. Kuasa kebangkitan-Nya memberi pengharapan bagi ketidakpastian, keresahan, ketidakadilan dan kemiskinan, serta memampukan kita membawa spiritualitas dan perubahan yang membangun dan memulihkan.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, untuk kematian dan kebangkitan-Mu yang membuktikan bahwa Engkau adalah Allah yang berkuasa atas maut. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …