Renungan Harian (29 Juni 2016)

29SETIAP JAM

Ibrani 4:14-16

Ibrani 4:16. “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh Theodicy anak kecil saya adalah, “Kapan Papa datang?” Saat bermain, mandi atau makan, saya kira dia sedang fokus dengan apa yang dia lakukan, namun tiba-tiba pertanyaan itu meluncur lagi dari mulutnya. Terlebih jika dia sudah mengetahui tanggal booking tiket, setiap hari dia akan menghitung mundur sampai hari kedatangan Papanya tiba. Dia sangat merindukan dan menikmati kebersamaan dengan Papanya. Ke sekolah atau les harus diantar jemput oleh Papa, makan disuapi Papa, dan mandi sama Papa, semua harus sama Papa; yang lain dia tidak perduli. Terbatas oleh ruang dan waktu karena LDR (Long Distance Relationship), membuat Theo harus selalu sabar dalam penantian, tapi tetap yakin Papa akan selalu ada untuk dia. Baginya, Papa sanggup melakukan semua hal. Rasa percaya diri dan euphoria kemenangan selalu menggelora ketika dia bersama sang Papa. Pokoknya Papa is the hero, the best person in his world.

Siapa yang yang paling Anda cari dan nantikan setiap hari? Pertanyaan apa yang yang paling sering muncul dalam hati Anda? Kehidupan setiap hari identik dengan peperangan rohani. Tidak hanya di market place, tetapi di rumah, bahkan dalam gereja/pelayanan. Perang melawan kesombongan, keakuan, kemalasan, keinginan daging, membalas sakit hati, marah, menghadapi kekuatiran dll. Hampir dipastikan nyali kita sering ciut, terutama melawan rasa ‘tidak enak’ karena tidak mau frontal alias sungkan. Namun, bersama Tuhanlah kita dimampukan untuk melewati semua tantangan, untuk menyatakan kebenaran, bahkan lebih dari pemenang. Kehadiran-Nya setiap saat dalam hidup kita adalah hal yang sangat menentukan kemenangan atau keberhasilan.

Bagaimana kita meraih kehadiran Allah setiap saat? Mari miliki sikap hati yang selalu bertanya pada Tuhan apa yang terbaik, apa yang harus saya lakukan, keputusan mana yang Bapa inginkan? Meskipun kita telah berdoa pada jam saat teduh, kita tetap harus miliki sikap doa dalam hati sepanjang hari. Selama Allah bersama kita musuh akan bertekuk lutut. (NK).

Doa: “Tuhan, biarlah hati kami senantiasa hanya tertuju pada-Mu, dan hanya Engkau yang kami banggakan, tiada yang lain. Ajar kami memiliki sikap hati yang terus mencari hadirat-Mu.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …