Renungan Harian (29 Januari 2018)

BUKAN PRODUK GAGAL

1 Korintus 1:26-31

1 Korintus 1:27. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,”

Anda mungkin sudah membaca kisah Valencia Mieke Randa (Silly), seorang ibu dengan 3 anak bermasalah. Anak pertama (Aurel) mengalami gangguan kecemasan berlebihan (over anxiety). Aurel kerap menangis tanpa henti. Anak kedua (Andre) adalah penderita autis dan epilepsy. Anak ketiga mengalami penyakit alergi terhadap semua jenis makanan. Karena kondisi Aurel, Silly harus berhenti bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan Jepang pada saat Aurel masih berusia 11 bulan. Ini membuatnya sempat mengalami Post Power Syndrome. Kondisi anak-anaknya menjadi omongan banyak orang dan mengatakan dia tidak becus mengurus anak. Hal itu sempat membuatnya drop. Demi kenyamanan anaknya yang selalu menjadi pusat perhatian di depan umum, Silly memilih tidak bergaul. Silly juga harus mengurusi sendiri menu makanan untuk anak ketiga dengan sistem profokasi eliminasi agar anaknya bisa makan.

Waktunya banyak digunakan untuk belajar dari internet, baca buku, dan mengikuti berbagai seminar tentang kebutuhan anak-anaknya. Semua ini membuatnya banyak belajar tentang kehidupan. Memiliki kepribadian yang tegas sekaligus lemah lembut sesuai kebutuhan yang berbeda dari setiap anaknya. Kondisi ini menjadikannya menjadi pribadi yang tangguh. Dan yang paling penting dia selalu bisa bersyukur dan cepat menyadari bahwa ciptaan Tuhan bukan produk gagal. Saat ini Silly aktif sebagai blogger dan mengelola Rumah Harapan Indonesia bagi banyak kalangan untuk membantu pasien anak berkebutuhan khusus. Ia mengatakan: “Dari kekurangan anakku, aku banyak belajar kehidupan. Dari Aurel, aku belajar jadi pribadi yang tegas dan bisa membaca yang tak terucap. Dari Andre, aku belajar sabar dan kuat”

Tiap pribadi Tuhan ciptakan dengan keunikannya. Ada kelebihan juga kelemahan. Yakinlah, bahwa Tuhan memiliki rencana yang sempurna atas kehidupan kita secara utuh. Kelebihan membuat kita senantiasa bersyukur dan memuliakan Allah. Dan kelemahan ada agar kita tidak pernah sombong, selalu mengandalkan kuasa Tuhan. Tuhan hendak membentuk karakter seseorang melalui kelemahannya. (NK).

Doa: “Kami percaya akan kasih, kuasa dan kedaulatan-Mu, ya Allah. Kami percaya tiada rencana-Mu yang gagal dalam hidup kami. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …