
MELAKUKAN ATAU MENOLAK?
Kisah Para Rasul 12:24- 3:5
Kisah Para Rasul 13:2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
Dalam kehidupan Rasul Paulus ada tiga hal yang menarik:
- Dipanggil dalam perjalanan menuju ke Damsyik (Kis. 9:3-16)
- Dipilih setelah 14 tahun melewati latihan (Kis. 13:2)
- Setia, dan ini dinyatakan di akhir hidupnya (2 Tim. 4:7)
Paulus mengawali pelayanannya sebagai seorang pengajar, kemudian sebagai “nabi dan pengajar”. Pelayanannya pun semakin lama semakin dahsyat.
Dalam ayat 2, tuntunan Ilahi datang lewat suatu hubungan kasih — ketika kita “melayani Tuhan”, Roh Kudus berbicara ketika kita sedang melayani-Nya. Jemaat Antiokhia adalah jemaat yang sangat rohani, mereka tidak hanya menekankan penginjilan, tetapi juga menekankan hubungan. Roh Kudus memberitahu mereka untuk mengutus Paulus dan Barnabas. Ia tidak menginstruksikan untuk membawa Yohanes yang disebut Markus karena ia masih sangat muda dan tekanan yang dihadapinya mungkin terlalu besar. Ia meninggalkan mereka berdua di tengah perjalanan. Inilah yang menimbulkan keretakan hubungan Paulus dan Barnabas di kemudian hari (Kis. 15:39).
Dari hal ini kita belajar, bahwa meskipun ada perbedaan pendapat, tetapi yang penting adalah Injil sampai kepada bangsa-bangsa lain. Jangan pertahankan sesuatu atau membuang sesuatu tanpa mempertimbangkan kemuliaan Kristus. Kristus yang dipermuliakan dan diterima oleh banyak orang, itulah yang harus menjadi motivasi utama kita melakukan atau menolak sesuatu.
Doa: “Tuhan Yesus, biarlah kemuliaan-Mu itu yang menjadi motivasi kami dalam melakukan sesuatu. Amin.”
Ayat Bacaan: Markus 1:1-15; Kisah Para Rasul 16:35-40; Mazmur 68; Imamat 11:20-12:8
GBI Pasir Koja 39 Bandung