‘DILAWAT’ BUKAN ‘DILEWAT’
1 Petrus 2:11-17
1 Petrus 2:12. “Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Beberapa waktu lalu mungkin kita pernah mendengar ada kejadian penipuan dan melibatkan puluhan ribu orang yang ingin ke tanah suci tetapi tidak bisa berangkat karena travel membohongi mereka. Tujuan mereka ke tanah suci adalah untuk tujuan mulia menurut mereka, namun yang tidak habis pikir adalah perusahaan yang memberangkatkannya berani sekali menipu. Kerugian total sampai ratusan miliar, bahkan ada yang mencapai angka 1 triliun. Dengan nilai itu, pengusaha malah bisa berfoya-foya tanpa melihat kesusahan orang yang ditipunya. Sesuatu yang berkaitan dengan agama dan seharusnya mulia, dipakai untuk kesempatan mengeruk keuntungan pribadi semata.
Melalui 1 Petrus 2:12 itu, kita diharapkan berlaku baik di manapun kita ditempatkan. Seandainya banyak orang memfitnah kitapun, kita tidak bercela. Penipuan tersebut tidak mencerminkan karakter dan cara hidup yang benar di hadapan Tuhan. Padahal dalam keadaan bangsa Indonesia saat ini, kita butuh lawatan Tuhan.
Tuhan melawat umat-Nya dengan tujuan untuk melihat dan meneliti cara hidup dan karakter kita untuk menunjukkan kasih karunia atau bahkan menghakimi kita. Lawatan Tuhan secara pribadi, tergantung dari kedekatan kita dengan-Nya. Setiap kita memperoleh kesempatan untuk dilawat Tuhan. Dengan memperbaharui kualitas hidup pribadi kita dan juga meningkatkan kerinduan kita untuk berjumpa dengan-Nya, membuat kita tidak dilewat oleh Tuhan, tapi dilawat oleh-Nya.
Seberapa banyak dari kita yang ingin dilawat oleh Tuhan? Jangan sampai kita terlewat di saat orang lain dilawat hanya karena kita tidak memperbaharui kualitas kerohanian kita dan tidak ada kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. (NK).
Doa: “Kami mau memiliki cara hidup yang baik di tengah masyarakat agar Engkau dipermuliakan, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung