Renungan Harian (29 April 2016)

29UNTUNG SAYA BUKAN ALLAH…

2 Petrus 3:1-10

2 Petrus 3:9b. “…, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Kata teman, saya ini orang yang sabar. Tapi sesungguhnya tidak demikian, karena istri saya yang lebih tahu tentunya. Istri saya pernah bilang bahwa saya tidak sabaran, mengemudi kendaraan sering terburu-buru seperti mengejar waktu. Memang lawan saya biasanya supir angkot atau pengemudi angkutan umum. Hanya sebagai pembelaan (maafkan saya) saya yakin banyak yang seperti itu. Supir kendaraan umum di kota saya, bahkan di kota lain juga mungkin sama, sering berhenti di mana saja, sering belok tiba-tiba. Kalau lagi penuh penumpang sering serobot-serobot, kalau lagi kosong penumpang jalannya perlahan dan kadang berhenti seenaknya. Herannya, perilaku ini terjadi hampir seragam di wilayah mana pun.

Saya juga tidak suka kegiatan seperti memancing atau catur, menurut saya kegiatan tersebut bagi saya tidak cocok, sepertinya butuh kesabaran tersendiri. Tetapi saya bukan menentangnya, silakan saja, karena semua orang punya caranya sendiri dalam menyalurkan hobinya.

Kalau itu saja saya tidak sabar, bisa dibayangkan seandainya saya ini Tuhan Allah yang Mahakuasa, yang sanggup melakukan apa saja, bahkan terhadap keadaan dunia saat ini. Bisa jadi, saya sudah membumi-hanguskan semua ini sejak lama. Menghapus manusia-manusia yang ada di bumi ini, mungkin para supir angkutan umum itu tidak ada lagi. Puji Tuhan, saya bukan Allah dan Dia tidak seperti saya. Ia sangat sabar, bahkan sangat-sangat sabar. Sejelek-jeleknya kita, sejahat-jahatnya kita, Ia menanti kita untuk bertobat dan berbalik kepadaNya.

Kita sering tidak sabar terhadap Tuhan. Doa pun mintanya cepat dikabulkan, tetapi Tuhan tahu yang terbaik bagi kita. Kalau Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan, berarti Tuhan tahu bahwa itu bukan lah kebutuhan kita. Kita sering minta apa yang kita inginkan karena nafsu kedagingan. Kalau Tuhan Allah bisa sedemikian sabarnya terhadap kita, mari kita belajar untuk bersabar, belajar akan penguasaan diri. Tentu tidak mudah, tapi perlu dilatih dan terus ingat akan kebaikan Tuhan. (NK).

Doa: “Terima kasih Tuhan untuk kebaikan-Mu. Engkau begitu baik, bahkan panjang sabar terhadap dosa-dosa dan tingkah laku kami. Ampuni kami Tuhan, biarlah kami belajar terus akan kebaikan Tuhan yang mengasah kami untuk menjadi lebih sabar dan sabar lagi. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …