Mazmur 123:1-4
Mazmur 123:4. “Jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.”
Derek Kidner menyamakan penghinaan sebagai sebilah pisau tajam. Ya, penganiayaan fisik memang dapat melukai tubuh kita, tetapi kata-kata hinaan pun tidak dapat diremehkan, karena memiliki efek yang sama bahayanya dengan penderitaan fisik bagi yang menerimanya.
Pemazmur mengatakan, bahwa ia kenyang dengan penghinaan orang-orang sombong. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama, tetapi janganlah membalas mereka, melainkan marilah kita memberkati mereka yang menganiaya kita. “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Roma 12:14.
Pemazmur yang kenyang dengan penghinaan menasihati kita untuk memandang kepada Tuhan, Allah kita (Mzm. 123:2), karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat memahami kita seperti Dia. Kristus yang juga pernah mengalami penghinaan akan menunjukkan belas kasihan kepada kita, sesuai dengan kasih-Nya yang tak terbatas.
Ketika penganiayaan dan penghinaan menimpa diri Anda, selalu ingat akan apa yang disediakan Tuhan bagi kita yang mengasihi Dia dan mempercayai firman-Nya. Ketika perlakuan orang lain membuat suasana hati Anda memburuk, pandanglah kepada Tuhan Yesus, yang akan membalut dan memulihkan sukacita dan damai sejahtera Anda.
Doa: “Bapa, ketika kami mengalami sakit hati akibat penghinaan, kami senantiasa memandang kepada-Mu. Hibur dan penuhilah kami dengan sukacita-Mu, ya Tuhan, agar kami tidak menjadi pahit hati dan sebaliknya justru dapat memberkati mereka. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
