MENOLONG TUHAN?
Matius 25:35-40
Matius 25:40. “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Jose Mujica adalah seorang mantan pemimpin gerilya Tupamaro yang pernah dipenjara selama 13 tahun dibawah pemerintahan militer Uruguay. Pada tahun 2009 Jose Mujica mengikuti pilpres dan berhasil meraih suara 53 persen, dengan demikian dia menjadi presiden Uruguay sejak 2010.
Umumnya seorang presiden tinggal di istana kepresidenan dengan segala fasilitasnya yang lengkap. Tidak demikian halnya dengan Jose Mujica, selama menjabat sebagai presiden dia memilih tinggal di rumah miliknya yang sederhana di kawasan peternakan di luar kota Montevideo bersama istri dan anjingnya. Mujica juga rela menyumbangkan 90 persen gajinya sebagai presiden untuk kegiatan sosial. Alasan Mujica adalah karena katanya dia tidak membutuhkan uang yang begitu banyak.
Jose Mujica resmi mengakhiri tugasnya pada 1 Maret 2015 setelah lima tahun menjalankan pemerintahan, karena undang-undang Uruguay tidak memperbolehkan jabatan periode kedua. Mujica dijuluki presiden termiskin di dunia karena menolak segala fasilitas yang seharusnya menjadi hak seorang presiden. Di bawah pemerintahan Mujica perekonomian Uruguay rata-rata meningkat 5,7 persen per tahun, rasio utang menurun, dan ketergantungan pada dolar menjadi hanya 50 persen di tahun 2014.
Kisah Jose Mujica, dedikasi dan semangatnya untuk menolong sesama patut menjadi contoh keteladanan yang sudah sangat langka di masa kini. Tanpa sadar kita diingatkan kembali kepada apa yang pernah diucapkan oleh Tuhan Yesus: “… sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Ucapan tersebut memang bukan hanya sebatas hafalan, tapi harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari (NK).
Doa: “Kami mau hidup kami senantiasa menjadi berkat bagi sesama kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung