
MARTA
Yohanes 11:17-44
Yohanes 11:20. “Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.”
Sayang sekali banyak orang Kristen yang beranggapan keliru seolah-olah hanya Maria yang mengasihi dan dikasihi Yesus. Ayat 5 jelas menuliskan, bahwa Yesus mengasihi mereka semua dengan sama besarnya. Akan tetapi, mereka memiliki sifat yang berbeda dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing.
Marta, seorang yang giat dan senang mengatur segala sesuatu. Sifat ini menjadi perangkap baginya jika ia gagal mengendalikannya. Mengapa? Karena selain membuatnya mudah cemas jika ada hal-hal yang tidak dapat ia kontrol, sifat ini pun dapat menghalanginya untuk beribadah dengan khusyuk.
Akan tetapi kita dapat melihat di perikop ini, bahwa di masa sulit dan kedukaan, sifat ini justru membawa kebaikan baginya, karena ia tidak mudah dilarutkan oleh perasaan negatif seperti duka yang mendalam atau kepahitan. Meski Tuhan Yesus pernah mengkritiknya, tetapi itu tidak mengurangi kasihnya kepada Tuhan. Di masa kedukaan, ia dengan cepat menguasai perasaannya, sehingga membuatnya lebih cepat bertemu dengan Kristus dan memperoleh penghiburan-Nya (Yohanes 11:20-27).
Jangan jadi anak Tuhan yang mudah marah dan sakit hati karena nasihat atau teguran, tetapi belajarlah dari Marta. Teguran Tuhan tidak membuatnya mundur, tetapi justru mendewasakannya. Marta tetap seorang Marta yang aktif melayani (Yohanes 12:2), ia menunggui meja sebagai tanda penghormatan yang besar kepada Yesus. Dia tetap melayani Tuhan, tetapi bukan lagi dengan sungut-sungut dan di tempat yang jauh, melainkan di sekitar meja, di mana ia dapat tetap mendengar perkataan Yesus.
Jika Anda memiliki temperamen seperti Marta, mari kuasai diri kita supaya jangan sampai kesibukan aktivitas membuat kita gagal mendengar suara Tuhan. Selalu sediakan waktu khusus untuk menyembah dan bersekutu dengan Tuhan, agar Anda mendapat bagian yang terbaik dari Allah.
Ayat Bacaan Setahun: Yudas 1:1-7; Ibrani 3:7-12; Yehezkiel 27; Mikha 2
Doa: “Kami tidak mau dilarutkan oleh perasaan negatif, tetapi dengan giat kami mau melayani-Mu karena kami mengasihi-Mu, Tuhan Yesus.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung