
KELUARGA YANG DIBERKATI
1 Tawarikh 17:16-27
1 Tawarikh 17:25. “Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.”
Ketekunan dan kerja keras seolah menjadi hal klise untuk dilakukan, namun Bernardus Yosep Te Victoria, yang akrab disapa Jos, telah membuktikan hal itu. Dia menapaki karir di titik terendah yakni dari seorang office boy menjadi seorang bos dari sejumlah perusahaan production house yang beromzet miliaran rupiah.
“Sebenarnya, sampai saat ini pun saya masih seorang jongos, ‘jongos’ bagi keluarga dan karyawan saya,” kata pria berambut kribo itu. Rasanya sangat diberkati, seseorang dari titik terendah menapaki jalan yang tidak mudah dan kini berada di posisi puncak.
Daud juga seorang pria yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja atas bangsa Israel. Daud dipilih karena ia takut akan Tuhan dan taat kepada firman-Nya. Meskipun ia disepelekan, ia tetap mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Saat telah menjadi raja yang besar, ia menaikkan doa syukur kepada Tuhan. la melihat betapa besar kebaikan Tuhan kepada keluarganya. Daud merasa tidak layak, tetapi Tuhan memberkati keluarganya.
Tuhan melihat sikap dan hati kita. Tuhan berjanji jika kita setia, maka rumah kita akan diberkati dengan melimpah. Orang tua yang baik, keluarga yang diberkati, dan rumah yang nyaman adalah hadiah dari Tuhan. Kita harus senantiasa bersyukur atas semua itu. Jangan membandingkan keluarga kita dengan orang lain. Mari kita bawa dalam setiap doa, agar keluarga kita selalu mendapat kemurahan dari Tuhan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku bersyukur untuk keluarga yang Kau anugerahkan dalam hidupku. Berkati keluargaku untuk selalu berkenan bagi-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 13:10-21; I Korintus 1:10-17; Amsal 25; Ulangan 31
GBI Pasir Koja 39 Bandung