Renungan Harian 28 Juni 2022

Renungan Harian 28 Juni 2022 - TIDAK ADA HASIL – Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita sesuatu yang berbeda, sebuah kontradiksi. Kita tidak

Renungan Harian 28 Juni 2022

TIDAK ADA HASIL Renungan Harian 28 Juni 2022

Yakobus 4:1-10

Yakobus 4:3. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Renungan Harian 28 Juni 2022

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita sesuatu yang berbeda, sebuah kontradiksi. Kita tidak mendapatkan apa-apa karena tidak berdoa dan kita berdoa tetapi juga tidak mendapatkan apa-apa. Yakobus ingin menjelaskan kedua kondisi berbeda yang memberikan hasil yang sama. Baik yang berdoa maupun yang tidak berdoa sama-sama tidak mendapatkan apa-apa. Apa penyebabnya?

Jelas ayat di atas mengatakan, bahwa penyebab dari doa yang tidak dijawab adalah keinginan untuk memuaskan nafsu sendiri. Ada banyak permasalahan, perselisihan, pertikaian bahkan sampai permusuhan dan dendam muncul akibat hawa nafsu yang saling berjuang dalam diri manusia. Ada banyak bentuk hawa nafsu yang saling susul menyusul, yang paling kuat akan bermanifestasi melahirkan permasalahan yang hanya menyulitkan, menekan, menguras energi dan waktu, sampai dampak terberatnya adalah menghancurkan diri manusia itu sendiri.

Semua konflik datangnya dari dalam diri kita sendiri, dari keinginan akan kesenangan sendiri, yang selalu berjuang di dalam diri. Kita tetap tidak mendapat yang kita inginkan, lalu kita bertengkar dan berkelahi. Dan juga kita tidak mendapat yang kita inginkan karena kita tidak memintanya kepada Allah.

Mereka yang bermain dengan hawa nafsu dalam hidupnya menunjukkan, bahwa mereka hidup tanpa Roh Kudus dan menempatkan diri di luar teritorial Kerajaan Sorga. Oleh sebab itu, orang percaya yang sudah mengaku sebagai ahli waris Kerajaan Sorga, maka ia wajib hidup dalam otoritas Kerajaan Sorga. Ia wajib mendahulukan Kerajaan Allah dan berupaya mematikan segala hawa nafsu dunia dalam dirinya.

Bila Roh Kudus hidup dalam diri kita, maka manifestasi karakter-Nya adalah buah Roh dan kepentingan kekekalan.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku menguasai hawa nafsu dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Amin.”

Bacaan Setahun: 2 Tawarikh 1-2; Yohanes 21.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …