KACAMATA IMAN
2 Korintus 5:6-10
2 Korintus 5:7. “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Leopold Wilbur Reppond terlahir dengan oculocutaneous albinism, penyakit kekurangan zat melanin yang mengakibatkan cacat pada kulit, rambut dan matanya. Akibatnya, penglihatan Leopold sejak lahir hingga berumur 4 bulan sangat parah sehingga tidak bisa melihat sekitar dengan jelas, termasuk orang-orang yang sangat mengasihinya.
Ayah Leopold, David mencoba membawanya ke seorang dokter ahli mata, dr. Kenneth Wright. Pada Leopold kemudian coba dipakaikan kacamata khusus untuk bayi yang dibuat oleh sebuah perusahaan kacamata Miraflex. Kacamata yang dikenakan Leopold sama dengan kacamata pada umumnya, namun bahannya dibuat dari karet, tanpa sekrup yang biasa terdapat pada sebuah kacamata, dan juga tanpa engsel.
Pada hari pengenaan kacamatanya, ayah dan ibu Leopold mengumpulkan semua keluarga untuk sama-sama menyaksikan dan merekam momen spesial saat pertama bayi Leopold mengenakan kacamata. Terlihat Leopold mulai melihat ke kiri kanan, ke bawah dan akhirnya fokus kepada wajah ibunya. Sesuatu yang tidak terduga terjadi, senyuman lebar penuh sukacita terpancar dari wajahnya. Pemandangan yang sangat menyentuh hati membuat semua yang hadir tanpa terasa meneteskan air mata sukacita.
Leopold tanpa kacamata khusus hanya dapat mendengar tanpa dapat melihat apa yang didengarnya. Itu seperti ketika hanya mendengar mujizat dari kesaksian-kesaksian orang lain yang mungkin terdengar begitu dahsyat. Untuk dapat mengalami dan melihat sendiri mujizat yang dahsyat diperlukan kacamata khusus seperti milik Leopold, kacamata iman. Dengan mengenakan kacamata iman, maka kita akan dapat merasakan meluapnya sukacita ketika mengalami mujizat . (NK).
Doa: “Hidup kami adalah hidup karena percaya dan bukan karena melihat. Dan kami percaya kepada-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung