
RESPON POSITIF
Roma 4:16-22
Ibrani 11:1. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Iman merupakan respon positif terhadap firman Tuhan. Sosok Abram yang kemudian diganti dengan Abraham, merupakan salah satu tokoh utama dari sejarah panjang tentang adanya iman yang benar dan sejati. Pada akhirnya menemukan puncak penggenapannya di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dari Bapa Abrahamlah kita bisa belajar tentang iman itu secara sederhana, yaitu memberikan respon yang positif terhadap firman Tuhan.
Bagaimanakah wujud respon itu? Dalam surat kepada jemaat di Roma. Rasul Paulus dengan lugas menggambarkan respon Abraham terhadap firman dan janji Allah. Respon Abraham adalah percaya, tetap percaya dan terus percaya.
Itulah yang menjadi ciri khas utama dari seluruh kehidupan Abraham. Pemikirannya, renungannya, ungkapan perasaannya, emosinya, pertimbangannya dan keputusannya, sampai pada segala tindakannya. Ia benar-benar memelihara dan terus semakin memperkuat kepercayaannya kepada firman Tuhan. Nampaknya dari pemikiran yang ada di benak Abraham, beban terberat dari adanya iman itu justru terletak di pihak Tuhan. Sebab DIA lah yang Maha Kuasa, yang Maha Kudus, yang Maha Mulia. Dialah yang harus menggenapi apa yang telah Dia firmankan dan janjikan.
Pemikiran itu menjadikan Abraham lebih mudah untuk bersikap terus percaya dan taat kepada Tuhan. Sikap hati dan sikap hidup Abraham itulah yang dipandang Tuhan sebagai kebenaran oleh karena iman.
Di masa sekarang, kita seharusnya bisa lebih mudah untuk memiliki iman yang benar, karena kita sudah melihat ratusan firman dan janji yang telah digenapi. Marilah kita merespon positif terhadap firman Tuhan. Kita akan memiliki semangat berkarya oleh karena iman dan berkat di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau merespon firman-Mu dengan imanku. Aku percaya Engkau menggenapi janji-janji-Mu dalam hidupku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung